Sehari, Ratusan Pelanggan PLN Diputus

Tunggakan Pelanggan PLN Capai Rp 1,6 Miliar

Jumat, 11 November 2011 – 15:33 WIB
SAMPIT – Tingkat kepatuhan sebagian pelanggan PLN di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk membayar tagihan listrik, ternyata belum membanggakanBuktinya, PT PLN (Persero) Rayon Sampit tiap hari terpaksa memutus sambungan langganan listrik, bahkan jumlahnya bisa mencapai ratusan sambungan, lantaran menunggak pembayaran tagihan.

Pemutusan sambungan listrik itu terpaksa dilakukan terhadap pelanggan yang menunggak pembayaran hingga berbulan-bulan

BACA JUGA: Astaga, Kematian Bayi Terus Meningkat

Pasalnya, tunggakan pembayaran listrik di Kotim saat ini sudah sangat besar yakni mencapai Rp 1,6 miliar, dari jumlah total pelanggan sebanyak 54.521 sambungan.

“Kemarin saja (Rabu, 9/11) kami memutus sementara sebanyak 119 pelanggan, 1 pelanggan putus rampung, dan sebanyak 218 pelanggan mendapat peringatan
Jadi, evaluasi itu dilakukan setiap hari,” kata Manager PLN Rayon Sampit, Supardji kepada Radar Sampit, Kamis (10/11).

Menurut Supardji, pihaknya akan melakukan pemutusan bahkan pembongkaran jika sampai 3 bulan lebih pelanggan tidak melunasi tunggakan listrik

BACA JUGA: Cemari Sungai, Warga Laporkan Perusahaan Tambang Batubara

Evaluasi itu dilakukan setiap hari, termasuk pemutusan listrik sementara.

“Apabila dalam sebulan tidak membayar, kami beri peringatan, kalau dua bulan sudah disegel, dan 3 bulan ke atas sudah kami bongkar
Untuk tunggakan, itu macam-macam, mulai dari 1 sampai 3 bulan atau lebih

BACA JUGA: Diduga Mesum, Enam Pemuda dan Dua Siswi SMA Digrebek

Sekarang kami sedang gencar-gencarnya melakukan penagihan sampai ke daerah-daerah pedalaman,” jelasnya.

Supardji menuturkan, alasan pelanggan yang menunggak tersebut bermacam-macam, mulai dari tak ada biaya untuk membayar, rumah yang sudah tidak ditempati, tidak sempat membayar karena atrean pembayaran yang panjang, sampai alasan tak ada pemberitahuan dari PLN“Padahal pemberitahuan sudah rutin dilakukan, tapi masih ada yang beralasan tidak ada pemberitahuan,” ujarnya.

Untuk wilayah pedalaman yang jauh dari jangkauan pelayanan PLN, kata Supardji, pihaknya melakukan pemberitahuan secara jemput bola agar pelanggan di pedalaman bisa membayar ke kantor pos terdekat atau melalui BRI (Bank Rakyat Indonesia)Terkait pelayanan PLN, Suparji mengaku terus melakukan peningkatan pelayanan dan meminimalisir pemadamanPihaknya terkadang tak bisa menghindari pemadaman yang kerap terjadi karena ada gangguan alam yang menyebabkan terganggunya aliran listrik.

“Kita terus berusaha meningkatkan pelayananAlhamdulilah sekarang tidak terjadi pemadaman yang sifatnya total, yang ada hanya di beberapa lokasi, seperti di daerah Kota Besi, tapi itu pun jarangPemadaman biasanya karena gangguan alam, karena saat ini sudah musim hujan, sehingga jika hujan lebat dengan angin yang kecang dan menyebabkan ada pohon yang roboh menimpa jaringan PLN, bisa menganggu, namun itu insidentil dan sesaatBisa dibenahi lagi setelah pohon dibersihkan,” jelasnya.

Yanto, salah satu pelanggan PLN di Kota Sampit mengeluhkan layanan listrik PLN yang kerap terjadi tanpa pemberitahuanMenurutnya, PLN seharusnya bisa meningkatkan pelayanan dengan meminimalisir pemadaman dan melakukan pemberitahuan jika dilakukan pemadaman.

“PLN jangan hanya maunya menagih pembayaran saja, seharusnya diimbangi dengan membaiknya pelayanan, setidaknya jika dilakukan pemadaman bisa diberitahukan lebih dulu, misalnya dengan pengeras suara menggunakan mobil di daerah yang akan dipadamkan, sehingga kami bisa bersiap-siap,” tandasnya(rm-45)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengacara Siap Danai Gugatan Bagi Hasil Migas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler