Sekolah Siswa Peraih Nilai Tertinggi UN SD 2019 tak Hanya di Pusat Kota

Kamis, 13 Juni 2019 – 15:03 WIB
Siswa SD. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, BANYUWANGI - Nilai UN atau disebut Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SD Tahun 2019 resmi diumumkan Rabu (12/6).

Di Kabupaten Banyuwnagi, hasilnya cukup mengejutkan. Siswa yang meraih nilai tertinggi tidak hanya didominasi pelajar yang mengenyam pendidikan di pusat kota. Tahun ini, sejumlah SDN pinggiran mendominasi nilai tertinggi USBN.

BACA JUGA: Nilai Tertinggi USBN SD 2019 tak Lagi Didominasi Sekolah Favorit

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, peringkat pertama nilai USBN tertinggi tingkat Banyuwangi diraih oleh Narendra Daniswara Pratama Hariyadi. Siswa asal SDN 4 Penganjuran, ini meraih total nilai sebesar 294,0 dari tiga mata ujian.

Rinciannya, dia memperoleh nilai Bahasa Indonesia sebesar 94,0, Matematika 100,0 dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 100,0.

BACA JUGA: Dwi Ratnasari Dibacok Pria Misterius

Peringkat kedua ditempati oleh empat siswa SDN 2 Bagorejo, Kecamatan Srono. Mereka adalah Andini Alika Putri, Cantika Anggun Roudhotul Al Zahra, Dania Ragil Mahardika, dan Ginda Andini Khoirunnisa. Keempatnya mengumpulkan nilai sama besar, yakni 291,4.

BACA JUGA: Nilai Tertinggi USBN SD 2019 tak Lagi Didominasi Sekolah Favorit

BACA JUGA: Ada Satu Lagi Video yang Belum Sempat Viral

Peringkat keenam diduduki dua siswa asal dua SD yang berbeda, yakni Dimas Kiki Andreansyah asal SDN 2 Bagorejo dan Rangga Sakhi Pradipta asal SDN 1 Rogojampi. Keduanya sama-sama mengumpulkan total nilai USBN sebesar 290,4.

Nova Maydina asal SDN 1 Kebaman, Kecamatan Srono menduduki peringkat kedelapan dengan total nilai sebesar 289,4. Sedangkan Moh. Leo Sujeki dan Muhammad Zaky Firnanda melengkapi komposisi sepuluh besar peraih nilai USBN tertinggi tingkat Banyuwangi dengan total nilai masing-masing sebesar 289,1.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) SD Dispendik Banyuwangi Suratno mengatakan, tersebarnya sekolah asal siswa yang berhasil meraih nilai USBN tertinggi tersebut menunjukkan bahwa sebaran mutu pendidikan, khususnya SD, di Banyuwangi sudah merata.

”Pemerataan tidak hanya dari sisi kuantitas dan aksesibilitas, tetapi juga dari sisi kualitas siswa,” ujarnya.

Selain itu, siswa peraih nilai USBN tertinggi yang tersebar dari berbagai sekolah di berbagai kecamatan di Banyuwangi, itu juga relevan dengan semangat penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Dikatakan, PPDB jenjang SD dan SMP di Banyuwangi mengacu Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2019 menggunakan sistem zonasi.

BACA JUGA: Jarak Rumah ke Sekolah 500 Meter, tak Lolos PPDB 2019 Jalur Zonasi

Dengan menggunakan sistem zonasi, imbuh Suratno, akan terjadi persebaran anak yang memiliki potensi bagus ke berbagai sekolah. Anak yang memiliki potensi akademik menonjol tidak terkonsentrasi di kota atau di SD tertentu saja.

”Namun, SD pinggir juga dimungkinkan mendapat anak-anak yang pintar. Mudah-mudahan tahun-tahun ke depan kita dapatkan mutiara-mutiara terpendam di daerah-daerah pinggiran,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Targetkan 2020 Semua Transaksi Nontunai, Bupati Banyuwangi Bicara Dompet Tipis


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler