Sembilan Pelaku Pembakar Polsek Tambelangan Ditangkap

Rabu, 29 Mei 2019 – 14:45 WIB
Kantor Polsek Tambelangan dibakar dan diserang bom molotov. Foto : JPG/JTV/Pojokpitu

jpnn.com, SURABAYA - Polisi kembali menangkap tiga orang yang dianggap terlibat kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura. Dengan demikian, hingga kemarin ada sembilan orang yang disidik di Ditreskrimum Polda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera menjelaskan, tiga orang itu ditangkap kemarin subuh (28/5). “Seperti yang disampaikan Pak Kapolda, kami mengejar lima orang (buron, red) yang sudah teridentifikasi. Dari tadi pagi sudah tiga orang yang diamankan,” jelas dia.

BACA JUGA: Video Warga Mengaku Terkepung di Depan Bawaslu Picu Kemarahan Massa

BACA JUGA: Lima Orang jadi Tersangka Penyerangan Polsek dengan Puluhan Bom Molotov

Tiga orang tersebut masih diperiksa di Ditreskrimum. Barung mengatakan, identitas para pelaku yang baru ditangkap belum bisa diungkapkan. “Nanti itu yang menyampaikan Pak Kapolda,” katanya.

BACA JUGA: Ulama-Habaib Madura Dukung Polda Jatim Tangkap Pelaku Pembakaran Polsek Tambelangan

Barung menyatakan, dua orang lagi masih diburu. Keduanya terus berpindah tempat. Perwira dengan tiga melati di pundak itu memastikan bahwa kepolisian akan mengusut tuntas kasus tersebut. Sebab, pembakaran Polsek Tambelangan merupakan salah satu bentuk penyerangan terhadap aparat.

"Tindakan para pelaku harus dipertanggungjawabkan. Masih akan terus berlanjut. Kami akan usut tuntas pelakunya,” ucapnya.

BACA JUGA: Ratusan Warga di Sampang Madura Serang dan Bakar Kantor Polsek Tambelangan

BACA JUGA: Ratusan Warga di Sampang Madura Serang dan Bakar Kantor Polsek Tambelangan

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela yang membantu penyelidikan di lapangan menilai, target operasi (TO) dalam kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan tidak sedikit. Diduga, pelaku ratusan orang.

“Tapi, orang yang dianggap paling bertanggung jawab sudah diamankan. Ada beberapa yang masih dikejar,” jelas dia.

Leo memastikan bahwa tidak ada kendala yang signifikan selama penyelidikan. Tim yang dia pimpin terus mengumpulkan bukti dan petunjuk di lapangan. “Untuk perburuan orang-orang yang dicari itu memang butuh waktu. Mereka terus mobile,” tuturnya. (jpc/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pak Guru Dipukul Muridnya, Tiba di Rumah Salat, Lantas…


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler