Semoga Harga Tiket Pesawat Kian Murah Agar Inflasi Terjaga

Kamis, 25 April 2019 – 01:32 WIB
Petugas maskapai penerbangan melayani konsumen soal tiket pesawat. Foto: Kaltim Post/JPNN

jpnn.com, BALIKPAPAN - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kalimantan Timur Muhamad Nur mengatakan, tingginya harga tiket pesawat dipengaruhi kenaikan harga avtur yang terjadi pada 2018.

Hal itu merupakan dampak melambungnya harga minyak dunia. Dari Oktober 2018, harga minyak dunia mencapai nilai tertingginya dalam tiga tahun terakhir sebesar USD 76,73 per barel dan tumbuh 40 persen (year on year/yoy).

BACA JUGA: Waspadai Kenaikan Harga Tiket Pesawat Jelang Lebaran 2019

“Selain itu, tahun lalu juga terjadi penguatan mata uang Amerika Serikat mencapai level tertinggi di kisaran Rp 15.300 per dolar. Nilai itu meningkat 12 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Harga Tiket Pesawat Selangit, PNBP BP Batam dari Bandara Hang Nadim Menurun

BACA JUGA: Saran Gubernur BI soal Harga Tiket Pesawat Jelang Ramadan dan Idulfitri

 

Kenaikan dolar tersebut menyebabkan beban impor Indonesia semakin tinggi karena kebutuhan BBM dalam negeri kurang lebih mencapai 1,3 juta barel per hari.

BACA JUGA: Kredit Baru Melambat, Standar Penyaluran Harus Dilonggarkan

Di sisi lain, produksi Indonesia hanya sebesar 680 ribu barel per hari.

“Ini menyebabkan kenaikan avtur yang berujung pada peningkatan biaya transportasi udara. Peningkatan itu turut membuat inflasi kita meningkat,” katanya.

Adapun kenaikan tarif angkutan udara yang paling tinggi terjadi pada akhir 2018.

Hal itu menyebabkan Kaltim mengalami inflasi 3,24 persen (yoy) lebih tinggi dibandingkan inflasi Kaltim 2017 sebesar 3,15 persen (yoy).

“Saat ini harga tiket pesawat belum turun sepenuhnya, tetapi diharapkan bisa terus mengecil,” ujarnya.

Dengan demikian, tekanan inflasi angkutan udara di Kaltim bisa berada dalam level yang terjaga.

“Inflasi Kaltim 2019 berada pada kisaran 3,04-3,44 persen (yoy),” pungkasnya. (ctr/ndu/k15)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Inflasi Ramadan Lebih Rendah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler