Setara Institute: Politikus Jangan Politisasi Agama!

Minggu, 11 Februari 2018 – 20:39 WIB
Ketua Setara Institute, Hendardi. FOTO: Dok. JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Aparat keamanan dinilai perlu sedini mungkin mewaspadai dan mencegah pola-pola gangguan keamanan yang menyasar tokoh-tokoh agama dan menggunakan sentimen keagamaan.

Pasalnya, hal tersebut sangat rentan memecah belah umat beragama dan menghancurkan kerukunan di tingkat akar rumput.

BACA JUGA: Densus 88 Dikerahkan Usut Serangan di Gereja St Lidwina

"Pertama-tama, tentu dengan penegakan hukum yang profesional, terbuka, adil dan tidak memihak. Aparat tidak boleh tunduk terhadap kelompok-kelompok intoleran dalam penegakan hukum itu," ujar Ketua Setara Institute Hendardi di Jakarta, Minggu (11/2).

Menurut Hendardi, pihaknya telah berkali-kali mengingatkan, lemahnya penegakan hukum terhadap kasus-kasus kekerasan dan persekusi terhadap tokoh maupun umat beragama, akan mengundang kejahatan lain yang lebih besar.

BACA JUGA: Gus Yaqut: Pelaku Teror Gereja St Lidwina Tergila-gila Agama

Namun, sampai saat ini peringatan tersebut sepertinya belum menjadi perhatian serius.

Akibatnya, aksi serangan maupun persekusi terhadap pemuka agama mengemuka menjadi fenomena luar biasa.

BACA JUGA: Teror Sasar Gereja, Ini Respons Baitul Muslimin Indonesia

Seperti yang terjadi akhir-akhir ini, tidak hanya di satu daerah, tapi menyebar mulai dari Jakarta, Jawa Barat, Banten dan DI Yogyakarta.

Sementara itu terhadap para politikus, Hendardi mengingatkan untuk tidak menghalalkan segara cara demi meraih kemenangan di Pemilu 2019 mendatang.

Meski belum bisa menyimpulkan apakah fenomena yang terjadi terkait dengan persiapan pemilu, Hendardi menilai peran politikus penting dalam menjaga ketenteraman jelang pesta demokrasi.

"Kepada para politikus, Setara mengingatkan agar seluruh proses kompetisi politik di tahun elektoral berkaitan dengan Pilkada dan Pilpres mendatang, hendaknya dijauhkan dari penggunaan segala cara yang mempolitisasi sentimen primordial, khususnya agama, untuk kepentingan jangka pendek pemilihan," ucapnya.

Hendardi menilai, kerukunan antarelemen bangsa dan ikatan kebangsaan terlalu luhur untuk dirusak, demi dipertukarkan dengan jabatan politik jangka pendek apa pun.(gir/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tragedi Gereja St Lidwina, Ketua MPR: Hentikan Adu Domba!


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler