Setor Rp 100 Juta ke First Travel, Sekarang Gigit Jari

Selasa, 22 Agustus 2017 – 06:17 WIB
Sejumlah jemaah korban penipuan yang dilakukan First Travel. Foto: Imam Husein/Jawa Pos

jpnn.com, BEKASI - Korban penipuan dari biro perjalanan umrah First Travel terus bertambah.

Mereka masih berharap bisa berangkat ke tanah suci meski, para petinggi penyelenggara umrah itu sudah ditetapkan tersangka oleh aparat kepolisian Polda Metro Jaya.

BACA JUGA: Diminta Menunggu Setahun, 6 Warga Bekasi Jadi Korban First Travel

Enam warga lainnya yang jadi korban berasal dari Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi.

Mereka adalah Kunut, Satu, Samsudin, Maryanah, Rohimah dan Anah.

BACA JUGA: Polri dam PPATK Telusuri Aliran Dana Nasabah First Travel

Keenamnya tercatat sebagai warga di RT 003/019, Kelurahan Jatimakmur.

Rohimah (45), salah satu korban menuturkan, dia dan lima warga lainnya tergiur dengan ‘janji manis’ First Travel yang menawarkan umrah murah dengan biaya Rp16 juta per orang.

BACA JUGA: Prof Mahfud Punya Pengalaman soal First Travel, Begini Ceritanya

Lantaran biaya umrah yang begitu rendahnya dibandingkan biro travel lainnya, Rohimah pun ikut menawarkannya ke orang-orang yang dikenalnya.

Dia mengaku menginformasikan biaya umrah murah itu kepada warga karena harga yang ditawarkan lebih murah dibanding lainnya.

Selain itu, pemberangkatannya pun dijanjikan hanya satu tahun. Namun, sampai saat ini tetap tidak diberangkatkan.

Perempuan berhijab ini mengatakan, karena percaya dengan hal itu, suaminya pun mendaftar untuk berangkat.

Dia sama sekali tidak menyangka kalau kejadiannya akan seperti ini.

Pasalnya, tidak pernah ada keluhan dari warga sekitar yang sebelumnya menggunakan biro perjalanan tersebut.

Setelah menawarkan, enam warga sekitar yang ingin melaksanakan ibadah umrah termasuk suaminya dengan biaya yang ditawarkan sebesar Rp16 juta, turut mendaftar.

Total biaya yang sudah disetorkan keenam orang itu nyaris mencapai Rp100 juta.

Kemudian warga membayar uang tersebut kepada agensi dengan dua kali pembayaran.

Mereka tidak mendapatkan kwitansi langsung dari First Travel. Mereka hanya mendapatkan bukti pembayaran dari agensi yang disebut tinggal di Cimanggis, Depok.

Waktu berjalan, berselang satu tahun keenam warga yang dijanjikan itu tidak diberangkatkan.

Pada Juni 2017, mereka diminta menambah biaya dengan janji segera diberangkatkan.

“Saya dari awal kemarin Alhamdulilah banyak yang ikut First Travel dan (perjalanan umrah) memuaskan. Itu bukan orang jauh, tetangga-tetangga juga para guru. Makanya saya ikut,” katanya saat ditemui di kediamannya, Minggu (20/8).

Dia berharap enam orang warga yang ada di lokasi tetap berangkat.

Karena itu, Rohimah tidak mengembalikan koper dari First Travel karena masih berharap diberangkatkan.

“Penginnya sih berangkat, makanya orang-orang udah kembaliin koper. Saya nggak. Koper masih di rumah karena saya berharap berangkat. Saya sangat berharap Pak Andhika ini mau bertanggung jawab,” ucapnya. (neo/pojokjabar/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Astaga! First Travel Berutang Miliaran Pada Maskapai Arab Saudi


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler