Siapkan 22 Hektare untuk Lokasi Ibu Kota

Jumat, 07 April 2017 – 00:32 WIB
Tanjung Selor. Ilustrasi Foto: Radar Tarakan/JPNN.com

jpnn.com, BULUNGAN - Aspirasi pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Kota Tanjung Selor, Kalimantan Utara, terus menggema.

Tidak hanya datang dari pengurus Presidium, tapi juga datang dari Lembaga Adat Bulungan (LAB).

BACA JUGA: Apa Kabar Usulan DOB Tanjung Selor dan Krayan?

Ketua LAB Bulungan, Datu Buyung Perkasa mengatakan, dari informasi yang diterimanya Surat Keputusan (SK) DPRD Bulungan yang telah ditandatangani Bupati Bulungan H.Sudjati sejak 31 Januari 2017 itu telah diserahkan ke Bagian Tata Pemerintah (Tapem) untuk ditindaklanjuti agar diserahkan ke provinsi. Namun kata dia hingga kini belum terlihat progresnya.

“Apakah diproses atau belum, seharusnya tidak lagi kami bertanya sebab ini telah diserahkan kepada mereka (Tapem, Red.). Artinya tidak perlu lagi diperlambat,” ujar pria yang juga Wakil Ketua Presidium DOB Tanjung Selor ini, seperti diberitakan Radar Tarakan (Jawa Pos Group).

BACA JUGA: Satu-satunya RS di Ibu Kota Provinsi Kurang Pegawai

Diakui, ia tidak mengetahui kendala yang dialami Tapem. Kalaupun ada, harus dikoordinasikan ke presidium.

“Kami disurati secara resmi atau seperti apa, sehingga kami cepat menindaklanjuti, mengambil langkah-langkah yang strategis. Jangan sampai, mereka yang dipercayakan justru merepotkan,” katanya.

BACA JUGA: Target Bulan Ini Dapatkan SK DPRD dan Gubernur

Karena itu, dirinya selaku Tim Presidium DOB Tanjung Selor maupun tokoh masyarakat berharap hal tersebut tidak lagi berlarut-larut.

“Jika memang ini belum ditanggapi oleh Tapem, mau tidak mau, kami dari Lembaga Adat, baik itu Bulungan, Dayak, Tidung akan berkoordinasi untuk menyikapi hal ini, merapatkan barisan untuk mempertanyakan masalah tersebut,” katanya.

Dikatakannya, jika DOB Tanjung Selor terbentuk, lembaga adat Bulungan, Dayak maupun Tidung juga sepakat bahwa pusat pemerintahan atau ibu kota Kabupaten Bulungan berada di Tanjung Palas, sesuai dengan aspek historisnya. “Tanjung Palas sudah siap,” imbuhnya.

Bicara kesiapan, menurutnya, sejauh ini telah ada lahan yang dipersiapkan.

Saat ini sekitar 22 hektare telah dibebaskan dan sesuai pantauan dari tim, lokasi tersebut layak.

“Berlokasikan di antara Jalan Trans dan Jalan Pramuka, tepatnya antara Belakang SMP Negeri 1 Tanjung Palas hingga SMA negeri 1 Tanjung Palas. Yang jelas sebelum Gunung Putih,” ungkapnya.

Jika lahan yang ada dan dinilai perlu dilakukan penambahan lagi hingga tembus Jalan Pramuka, pada dasarnya masyarakat siap. Tentunya, harus ada ganti rugi berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

“Jadi untuk Tanjung Palas tidak ada kendala lagi,” pungkasnya.

Sementara Kepala Bagian Tapem Setkab Bulungan Satta belum dapat dikonfirmasi karena sedang melaksanakan ibadah umrah.(sam/ana)

BACA ARTIKEL LAINNYA... SK Rekomendasi Pemekaran Nyangkut di Mana?


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler