Sosok Taufiq Kiemas di Mata Puan Maharani

Kamis, 11 November 2021 – 14:28 WIB
Puan Maharani berziarah ke makam sang ayah, Taufiq Kiemas di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Foto: Dokumentasi Pribadi Puan Maharani

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani mengikuti upacara Hari Pahlawan bersama Presiden Joko Widodo di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Rabu (10/11).

Puan tidak hanya mengenang jasa para pahlawan bangsa, tempat peristirahatan itu juga istimewa baginya karena sang ayah, Taufiq Kiemas, juga dimakamkan di sana.

BACA JUGA: Jenderal Andika Calon Panglima TNI, Mbak Puan Bicara Tantangan Besar

Setelah upacara usai, Puan Maharani menyempatkan diri nyekar ke makam Taufiq, yang berkali-kali dia sebut sebagai sosok yang dikagumi, idola, bahkan boleh dikatakan pahlawan masa kecilnya.

Mata Puan terlihat memancarkan kesedihan, meskipun sang ayah telah berpulang lebih dari delapan tahun silam. Rasa kehilangan ini kembali menyergap ketika Puan berdiri di samping pusara.

BACA JUGA: Anak dengan Nama Terpanjang di Tuban Kini Memiliki Dokumen Kependudukan

Berbalut kerudung hitam, Puan tampak duduk khusyuk membacakan doa dan melantunkan ayat suci Al-Qur'an. Setelah itu, dia menaburkan bunga ke atas makam sang ayah. Puan pun berlalu tanpa banyak bicara dan kembali bertugas.

Bagi Puan Maharani, darah politik memang deras mengalir dari mulai kakeknya, Bung Karno, lalu ibunya Megawati Soekarnoputri.

BACA JUGA: Nongkrong di Pinggir Jalan, MFA Dibacok Geng Motor, Bengis

Namun, wejangan Taufiq Kiemaslah yang pertama mampu membangunkan darah politik Puan.

Sosok Taufiq Kiemas untuk ketua DPR itu tidak hanya tercatat sebagai seorang ayah, tetapi juga inspirasi besar dalam karier politiknya.

Puan pernah menyatakan ada andil besar Taufik yang membuatnya ingin terjun ke dunia politik.

Menurut Puan, dirinya banyak belajar soal perjuangan untuk rakyat dari hidup Taufiq Kiemas.

Dia juga mengakui bahwa gemblengan Taufiq Kiemas dan Megawati yang membentuk karakternya sebagai seorang politikus.

Dahulu, Taufiq pernah berpesan kepada Puan untuk berjuang dari dalam sistem, agar dapat lebih banyak membantu masyarakat.

Puan melihat bahwa untuk membuat perubahan yang signifikan, dia mau tak mau memang harus masuk struktur pemerintahan.

"Kata Pak Taufiq, enggak ada teorinya, hanya bisa dirasakan kalau kamu sudah menyatu dengan semua orang yang nanti akan bahu-membahu bersama kamu memenangkan atau kalah dalam satu perjuangan," kata Puan menceritakan pesan dari ayahnya. Kata-kata ini menjadi awal mula keberaniannya memulai karier sebagai politikus.

Maka tak salah bahwa kepergian Taufiq merupakan peristiwa kehilangan yang amat sangat bagi Puan. Dia kehilangan sosok ayah juga mentornya dalam berpolitik.

“Sebuah kehilangan bukan hanya beliau sebagai seorang suami bagi Ibu Megawati, dan ayah bagi kami. Tetapi juga kami merasa kehilangan seorang guru, mentor, dan panutan politik dalam perjuangan serta pembimbing kami dalam kehidupan,” tutur Puan pada haul Taufiq Kiemas, Selasa (8/6/2021).

Taufiq Kiemas adalah seorang tokoh yang malang melintang di kancah politik Indonesia. Almarhum menduduki kursi ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI pada 2009-2014.

Taufiq memiliki darah Palembang-Minangkabau dan punya bergelar Datuk Basa Batuah dari keluarganya.

Taufiq semasa hidupnya pernah menduduki posisi sebagai Bapak Negara RI kelima saat Megawati Soekarnoputri meraih tampuk kepemimpinan tertinggi Indonesia yaitu Presiden kelima.

Dia bersama Megawati berjuang memperkuat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Taufiq juga pernah menjadi Ketua Dewan Pertimbangan DPP PDI Perjuangan.

Taufiq pernah mengeluarkan biografi pada ulang tahun ke-70 yang berjudul Gelora Kebangsaan Tak Kunjung Padam. Buku itu menceritakan perjalanan hidupnya sejak kecil, perjuangan politiknya, hingga menjadi ketua MPR.

Taufiq wafat pada 8 Juni 2013, setelah berjuang melawan penyakit jantung dan dirawat di Singapura. Jasadnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Taufiq juga dikenal sebagai bapak empat pilar MPR, pilar tersebut adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Latar belakang keluarga, sekaligus inspirasi perjuangan politik ayahnya membuat Puan Maharani tumbuh sebagai seorang sosok yang sangat menghargai sejarah dan menghormati jasa-jasa para pahlawan.

Tak heran memang, karena kakeknya seorang Proklamator yang jasanya tentu sangat besar bagi bangsa.

Oleh karena itu, dalam pidato singkatnya pada perayaan Hari Pahlawan, Puan mengajak seluruh rakyat Indonesia mengenang jasa para pahlawan yang gugur demi kemerdekaan bangsa.

"Mari kita mengenang jasa para pahlawan yang sudah mengabdikan hidupnya untuk kemerdekaan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Tanpa mereka, kita tidak bisa seperti saat ini sebagai negara yang memiliki kebebasan," kata Puan dalam Peringatan Hari Pahlawan, Rabu (10/11/2021).

Dia juga menyebut Indonesia kini membutuhkan banyak pahlawan era kemajuan. Puan mengatakan, pahlawan era kemajuan adalah mereka yang berjuang bukan hanya untuk kepentingan dirinya saja.

“Sekarang Indonesia membutuhkan semakin banyak pahlawan-pahlawan masa kini, pahlawan-pahlawan era kemajuan. Pahlawan-pahlawan modern yang bukan membawa bambu runcing, tetapi berbekal nilai-nilai kebangsaan Indonesia dan berbuah karya-karya yang mendunia,” kata Puan. (rhs/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mantan Pacar Mendadak Datang ke Rumah Mbak S, Langsung Memeloroti Celana Dalam


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler