BACA JUGA: KPK Punya Semua Bukti Pencairan Cek
”Inpres nomor 8/2002 bertentangan dengan sejumlah aturan hukum, seperti Undang-Undang 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tegas Marwan Batubara, anggota DPD, di Kejaksaan Agung, Senin (22/9)Selain itu, inpres itu dinilai tidak sesuai dengan Tap MPR No
BACA JUGA: Usia Pensiun Tak Hambat Regenerasi
IX/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari KKNBACA JUGA: BHD Janji Teruskan Visi-Misi Kapolri Sutanto
Beberapa tokoh itu, antara lain, Ade Daud Nasution, Dradjad Wibowo, dan Adhie MassardiMereka diterima oleh Kapuspenkum Jasman Pandjaitan dan Direktur Penuntutan pada JAM Pidsus TManullangMarwan menjelaskan, dalam pasal 4 UU 31/1999 disebutkan bahwa pengembalian kerugian keuangan negara tidak menghapus tindak pidana seseorang. Menyangkut Tap MPR, upaya pemberantasan korupsi dilakukan secara tegas dan tanpa pandang bulu. ”Kejaksaan tidak bisa sembunyi (tidak membuka kasus BLBI, Red) hanya dengan SKL,” katanya.
Senator asal DKI Jakarta itu lantas menyebutkan putusan majelis hakim PN Jaksel terhadap gugatan praperadilan SP3 Sjamsul Nursalim yang diajukan oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI)Dalam putusannya disebutkan, SP3 Sjamsul Nursalim tidak sah karena Sjamsul belum memenuhi semua kewajibannya kepada negara meski telah mengantongi SKL”SKL bisa batal bila ada kewajiban yang belum dibayarApa kejaksaan masih punya nurani atau tidak untuk selesaikan ini,” tambah Ade Daud
Kewajiban yang dimaksud oleh Ade adalah tunggakan senilai Rp 4,7 triliun temuan tim penyelidik BLBI yang dikoordinatori oleh jaksa Urip Tri GunawanPutusan sidang Urip di sidang Tipikor juga menyebutkan adanya kepentingan untuk melindungi Sjamsul NursalimAde pun mengkritik langkah Kejagung yang melakukan banding dalam gugatan praperadilan SP3 Sjamsul Nursalim itu”Kejaksaan itu pengacaranya negara (Jaksa Pengacara Negara, Red) atau pengacaranya Sjamsul?” sindir mantan politikus PBR itu.
Menanggapi hal tersebut, Kapuspenkum Jasman Pandjaitan mengatakan, pihaknya seperti mendapatkan dorongan untuk menyelesaikan kasus-kasus korupsi, termasuk BLBI”Ibaratnya, kami diberi vitamin baru untuk ungkap kasus korupsi, termasuk kasus-kasus BLBI yang belum terselesaikan,” katanya(fal/kim)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Monarkhi Konstitusional Untuk Jogja
Redaktur : Tim Redaksi