Sri Mulyani Perlu Membangun Patung Gayus, Angin Prayitno, Rafael Alun di Ditjen Pajak

Jumat, 24 Maret 2023 – 02:03 WIB
Menkeu Sri Mulyani Indrawati. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kolumnis kondang Dahlan Iskan pun menyarankan Menteri Keuangan Sri Mulyani membangun tiga patung peringatan di Ditjen Pajak.

Saran ini ditulis Dahlan dalam tulisan Disway edisi Kamis (23/3) berjudul Heboh 300 T.

BACA JUGA: Dahlan Iskan Mencermati Cara Sri Mulyani Menyudahi Heboh Rp 300 T, Begini

Menurut Dahlan, kasus anak pejabat Ditjen Pajak yang menyiksa anaknya pengurus Ansor telah merembet ke mana-mana: Rubicon, transaksi keuangan, Moge sampai pun ke pungutan pajak.

Maka munculnya transaksi mencurigakan Rp 349 triliun langsung dianggap bagian dari kebobrokan di Kemenkeu.

BACA JUGA: Surat Mutilan di Sleman Ditulis Miring, Ada Kata Jengkel, Cermati Kalimat Terakhir

"Begitu sulit heboh Rp 349 triliun ini dikendalikan. Akhirnya Sri Mulyani menemukan cara mengakhirinya," tulisan Dahlan.

Namun, eks menteri BUMN itu menilai Sri Mulyani masih perlu membangun tiga patung peringatan di Ditjen Pajak.

BACA JUGA: Siap Dipanggil DPR soal Transaksi Mencurigakan Rp 300 T, Mahfud MD: Saya Tidak Bercanda

"Patung Gayus, patung Angin Prayitno, dan patung Rafael Alun," lanjutnya.

Dahlan menilai begitu fenomenal tiga nama itu: bisa jadi tsunami yang menghancurkan reputasi Kemenkeu.

Kasus Gayus Tambunan terungkap oleh Kabareskrim saat itu, Susno Duadji. Susno sendiri ditangkap dua kali oleh anak buahnya sendiri. Lalu pilih mengundurkan diri dari jabatannya.

Sejak itu Susno pulang kampung ke Pagar Alam, Sumsel. Ia bertani dan berkebun di sana.

Belakangan rajin memberikan komentar di YouTube soal apa saja yang terkait polisi.

"Terakhir soal Teddy Minahasa yang tersangkut perdagangan narkotika. Ia heran bagaimana jenderal seperti TM bisa tiga kali jadi kapolda," lanjut Dahlan.

Kini Susno Duadji masuk PKB. Ia akan jadi calon anggota DPR PKB dari dapil Sumsel.

Sementara itu, kasus Angin Prayitno terbongkar justru karena mistik. Istri Angin minta seseorang menebarkan garam keliling rumah tukang las.

Konon si tukang las dikenal sangat baik oleh keluarga Angin. Dipercaya. Termasuk dipercaya memegang aset Angin.

Kelihatannya si tukang las mulai menjauh. Keluarga Angin khawatir dia menghilang berikut aset yang diatasnamakan dirinya.

Agar tukang las itu kembali dekat dengan keluarga Angin Prayitno, diupayakanlah lewat cara spiritualnya.

"Ini garam dari Pak Kiai" demikian tulisan Dahlan menirukan perkataan Ny Angin saat menyerahkan garam itu.

Ketika garam itu ditebarkan, si penebar ditangkap petugas kampung. Lalu mengakulah apa yang harus diakui. Terbongkarlah Angin melakukan korupsi besar-besaran di Ditjen Pajak.

Lalu, kasus Rafael Alun pun terbongkar secara tidak langsung. Kalau saja anak Rafael baik-baik saja, pastilah tidak ada yang tahu semua itu.

"Maka tiga patung pejabat pajak tersebut memang layak dibangun," tulisan Dahlan.

Eks dirut PLN itu juga teringat seorang dokter ahli yang menyimpan liver pasien di dalam toples besar. Toples itu ia taruh di meja kerjanya.

Itulah liver yang gagal ia transplantasikan kali pertama dalam kariernya. Sejak itu ia selalu berhasil mengganti liver yang terkena kanker stadium 4.

"Ribuan keberhasilan ia hasilkan setelah satu kegagalan itu. Termasuk penggantian liver saya itu," tulisan Dahlan. (Disway/JPNN.com)

Tulisan lengkap Dahlan Iskan terbit di kolom Disway JPNN.com dengan judul: Heboh 300 T

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hubungan Gelap Suami Kades di Blitar Terbongkar, Berawal dari Penemuan Bayi, Alamak


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Tim Redaksi, M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler