jpnn.com - JAKARTA - Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan pergi ke Jepang hari ini, Rabu (5/10).
Di akan bertemu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, menteri luar negeri, kamar dagang industri Jepang, dan menteri infrastruktur.
BACA JUGA: Ini Penyebab Pengusaha Kelas Kakap Belum Ikut Amnesti Pajak
Perjalanan dinas itu bertujuan menyukseskan program tax amnesty.
Menurut dia, banyak uang Indonesia di Negeri Sakura tersebut.
BACA JUGA: Relaksasi Ekspor Konsentrat Sampai Lima Tahun
Karena itu, pemiliknya perlu diajak untuk mengikuti pengampunan pajak.
Lalu, dicari mitra untuk menggarap sektor infrastruktur dari uang yang kembali ke dalam negeri tersebut.
BACA JUGA: Faktor-faktor Penyebab Properti Makin Menggeliat
’’Pemerintah tidak mau hanya BUMN yang menggarap. Presiden bilang harus ada private sector,’’ jelasnya.
Nah, Luhut menuturkan, perusahaan Jepang menjadi salah satu yang diharapkan dapat memperkuat infrastruktur Indonesia.
Misalnya, pelabuhan diberikan porsi untuk bagian penimbangan barang.
’’Jepang diminta ikut proyek kereta cepat Jakarta–Surabaya, listrik, dan maritim,’’ terangnya.
Dia optimistis WNI di Jepang tertarik ikut tax amnesty lantaran tingginya animo masyarakat pada tahap pertama.
Dia menyebutkan, sumbangan dari warga Indonesia di sana justru bisa membuat uang tebusan Rp 100 triliun. (dee/dim/ken/c16/sof/jos/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Saham Sektor Tambang Melesat
Redaktur : Tim Redaksi