Tafta Yani: Empat Pilar Bangsa Tidak Terawat

Rabu, 05 Oktober 2011 – 12:03 WIB

DEMAK - Bupati Demak, Tafta Yani menilai Program Sosialisasi 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara (Pancasila, UUD 45, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan Ketetapan MPR) yang diinisiasi oleh MPR RI merupakan upaya strategis di saat negeri ini mengalami kemunduran dalam merawat nilai-nilai 4 pilar bangsa dan negara.

"Empat pilar bangsa dan negara ini memang sudah tidak terawat lagiUpaya MPR melakukan sosialisasi patut kita apresiasi dan laksanakan karena memiliki nilai-nilai strategis untuk menjaga keutuhan bangsa ini dimasa depan," kata Tafta Yani, saat membuka kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Bangsa dan Negara, diikuti sekitar 200 guru dan pimpinan ormas, di Pendopo Demak, Rabu (5/10).

Pentingnya para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan pimpinan ormas ikut dalam sosialisasi ini lanjut Tafta, dengan tujuan nantinya substansi dari sosialisasi bisa disampaikan kepada murid dan keluarga besar ormas masing-masing

BACA JUGA: Kekeringan, Petani Gagal Panen

"Khusus terhadap diri saya, tentu akan saya ikuti semua kegiatan sosialisasi ini karena sudah cukup lama juga tidak meng-update informasi soal 4 pilar ini," ungkap Tafta Yani.

Lebih lanjut Bupati Demak mengungkap kerisauannya terhadap berbagai gejala negatif yang bisa jadi sebagai efek dari tidak dirawatnya 4 pilar secara baik
"Orang saat ini lebih mengutamakan kepentingan kelompoknya ketimbang kepentingan bangsa dan negara

BACA JUGA: Status Siaga Anak Krakatau, Wisatawan Tidak Terpengaruh

Bahkan sering dijumpai ada diantara anak bangsa yang tidak lagi bisa menyanyikan 'Indonesia Raya' dan menganggap hormat ke Bendera Merah-Putih sebagai tindakan melanggar ajaran agama", ungkap Tafta.

Selain itu, Tafta juga menyerukan pentingnya semua elit bangsa untuk sesegera mungkin berkaca diri ketimbangan melakukan rekonsiliasi politik berjangka pendek
"Presiden, DPR, Menteri, Gubernur, Walikota, Bupati, sebaiknya mengaca diri ketimbang rekonsiliasi politik," ujarnya.

Tafta juga mengkritisi sejumlah tayangan TV swasta yang dinilainya tidak mendidik dan tidak pula mengindahkan etika.

"Lihat itu tv-One yang menayangkan diskusi Lawyer Club

BACA JUGA: Anak Krakatau Semburkan 10 Gas Beracun

Saya koq jadi heran, kenapa pembawa acaranya, siapa itu, Karni Ilyas yang selalu melihat negeri ini dari sisi gelap semuaMenurut dia Presiden salah, DPR salah, menteri salah dan tidak pernah terucap hal positif tentang negeri ini dari mulutnyaYang keluar dari mulutnya hanya mencerca bangsa ini," ujar Tafta.

Selain tv-One, Tafta juga menyindir tayangan "Silet" sebagai tontonan yang lebih-kurang juga membuka aib orang dan menggiring penontonnya untuk tidak rasional"Ini perlu menjadi perhatian kita semua, terutama MPR karena tayangan televisi yang tidak mendidik justru bisa membangun masyarakat yang tidak beretika dan suka menggunjingkan orang lain dan merasa dirinya tidak punya salah," tugasnya(fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemda Manipulasi Data PNS untuk Raup DAU


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler