Tanpa Penonton, Penalti 100 Juta

Sabtu, 28 Agustus 2010 – 11:03 WIB
TANPA PENONTON. Salah satu Indonesia Super Liga (ISL) tanpa penonton, sebagai buntut dari ketidak profesionalan penyelenggara. Pertandingan tanpa penonton tidak saja merugikan penyelenggara tetapi juga sponsor.

     
JAKARTA - Banyaknya pertandingan tanpa penonton di ajang Indonesia Super League (ISL) musim lalu membuat pihak sponsor meradangMereka pun berharap hal itu tidak banyak terjadi musim depan

BACA JUGA: Debut Busacca setelah Aib PD 2010

Salah satu caranya adalah dengan menerapkan penalti berupa denda Rp 100 juta untuk satu pertandingan tanpa penonton.
        
"Musim depan kami tidak mau hal itu terulang
Kami yang dirugikan

BACA JUGA: Tersulut Sesumbar Jose Mourinho

Jika  pertandingan digelar tanpa penonton, bagaimana kami bisa lakukan promosi," kata Fatih Chabanto, business development PT Zentha Hitawasana, perwakilan dari sponsor ISL
"Kebijakan ini harus dilakukan karena kami selaku sponsor kerap dirugikan," lanjutnya

BACA JUGA: Berebut Gelar Terbaik Dunia


      
Musim lalu ada 27 pertandingan ISL yang dihelat tanpa penontonPenyebabnya duaYakni, tidak mendapatkan izin keamanan dan sanksi komisi disiplin (komdis) PSSINah, musim depan, untuk satu pertandingan tanpa penonton, PT Liga Indonesia dikenakan penalti Rp 100 juta.
      
Musim lalu, dengan nilai kerjasama Rp 37,5 miliar, pihak sponsor baru memberlakukan penalti jika 5 persen dari 306 laga digelar tanpa penontonItu artinya 15 pertandinganNamun, pertandingan tanpa penonton karena sanksi komdis tidak dihitungAlhasil, musim lalu PT Liga Indonesia (LI) tidak mendapatkan penalti dari sponsor.
      
"Sekarang kesepakatannya kami ubahPokoknya kalau ada pertandingan tanpa penonton, langsung kena penaltiBaik itu karena tidak dapat ijin maupun akibat sanksi komdis," tegas FatihDia menegaskan bahwa kesepakatan ini bukan berarti pihak sponsor mencari keuntunganMenurutnya, hal ini juga akan berdampak positif bagi pengelola kompetisi"Kami hanya ingin semua merasa diuntungkanBaik sponsor maupun PT Liga sendiri,? bebernyaTerkait penalti tersebut, pihak sponsor akan langsung memotong dari nilai sponshorship yang disepakatiMusim depan, nilai sponsorship yang disepakati adalah Rp 41 miliar
   
Di sisi lain, pertandingan tanpa penonton juga membawa kerugian bagi klubSalah satu alasannya karena mereka kehilangan potensi pendapatkan dari penjualan tiketItulah yang dialami Arema Indonesia saat harus menghelat laga tanpa penonton melawan Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, MalangHal itu seiring dengan sanksi komdis karena ulah pendukung Arema yang bertindak rasis.
      
"Kami perkirakan pendapatan yang melayang mencapai sekitar Rp 1,25 miliarSebab, statusnya big match melawan PersibAnimo penonton pasti lebih tinggi dari partai lainnya,? kata Sudarmaji, media officer Arema Indonesia, ketika dihubungi kemarin.        
      
Persija Jakarta bahkan pernah tiga kali harus melakoni partai kandang tanpa penontonYaitu, saat menjamu Persib Bandung, Persitara Jakarta Utara, dan Bontang FCPenyebabnya sama, yakni tidak mendapatkan izin dari pihak keamanan. 
      
"Kerugian kami ratusan juta jika harus menjalani pertandingan tanpa penontonUntuk sewa Gelora Bung Karno saja kami harus membayar Rp 190 juta per pertandinganBelum lagi biaya untuk membayar keamanan yang mencapai puluhan juta," kata Ferry Indrasjarief, asisten manajer Persija
      
Klub lain yang pernah menjadi korban pertandingan tanpa penonton adalah Persitara Jakarta UtaraMereka harus menjamu Persija di Gelora Bung Karno tanpa penonton."Potensi penjualan tiket saat menjamu Persija kami perkirakan Rp 300 jutaTidak jadi untung, kami malah harus tombok untuk sewa stadion dan bayar pengamanan,? kata Hary "Gendhar" Ruswanto, manajer Persitara musim lalu(ali/ca)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Antara Sapu Bersih Gelar dan Trofi Pertama


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler