Tarif Terbang Haji Rp 16,7 Juta

Selasa, 18 Mei 2010 – 03:08 WIB

JAKARTA - Kementerian Perhubungan memperkirakan biaya atau tarif angkutan udara untuk penerbangan haji pada tahun 2010 rata-rata sebesar USD 1.754 (sekitar Rp 16,7 juta) per jamaahJumlah itu sudah memperhitungkan margin keuntungan Garuda Indonesia sebesar 10 persen.

"Asumsi biaya penerbangan per jamaah pada 2010 mencapai USD 1.595 (sekitar Rp 15,1 juta), lalu ditambah margin keuntungan maskapai penerbangan sebesar 10 persen

BACA JUGA: Bahas Century, KPK Bertemu Polri Hari Ini

Jadi, total USD 1.754," ujar Menteri Perhubungan Freddy Numberi saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI kemarin
Perhitungan itu berdasarkan data maskapai Garuda Indonesia yang diolah Ditjen Perhubungan Udara.

Menurut Freddy, perhitungan ini didasarkan pada perkembangan harga rata-rata bahan bakar avtur sebesar USD 0,61 per liter dan asumsi nilai tukar rupiah (kurs) sebesar Rp 9.500 per dolar AS

BACA JUGA: Gubernur Akan Ambil Alih Kewenangan Kabupaten

"Jamaah haji tahun ini akan menggunakan pesawat jenis Boeing dan Airbus dengan kapasitas antara 250-455 tempat duduk, untuk melayani 191.174 jamaah di 11 embarkasi, antara lain Aceh, Medan, Batam, dan Jakarta," tuturnya.

Kemeneterian Agama sebelumnya mengusulkan, total ongkos naik haji (ONH) tahun 2010 sebesar USD 3.557 atau naik ?USD 133 dari tahun lalu
Sehingga total ONH diperkirakan mencapai Rp 34 juta per jamaah

BACA JUGA: Penyidik Independen di KPK Bakal Rancu

Untuk menurunkan tarif penerbangan haji tersebut, Kemenhub menilai bisa saja dilakukan dengan memangkas biaya-biaya diluar avtur"Seperti direct cost, ground handling dan technical handling itu bisa dikurangi," terangnya.

Dia berharap pemerintah Arab Saudi bersedia mengakomodir pengurangan biaya seperti ground handling atau technical handling di negaranyaHal itu, menurut Freddy, masih mungkin untuk dilakukan karena Indonesia adalah negara dengan jumlah umat muslim terbanyak sehingga memiliki bargaining power yang kuat"Tapi biaya tidak langsung seperti hotel reservation untuk kru pesawat bisa juga kalau mau dikurangi untuk menekan biaya," ungkapnya.

Dirjen Perhubungan Udara, Herry Bhakti S Gumay menambahkan adanya aspirasi untuk membuka penerbangan lain melayani angkutan udara haji diluar Garuda termasuk dengan mekanisme tender sangat memungkinkanNamun harus dilihat juga kesiapan maskapai tersebut dari sisi infrastruktur pesawatnya"Yang mau kesana boleh saja, tapi apakah sudah siap infrastrukturnya," kata dia.

Ia mencontohkan maskapai Lion dan Batavia, sudah melayani reguler ke Timur TengahJika maskapai-maskapai tersebut ingin masuk ke penerbangan haji, maka harus dikordinasikan dengan pemerintahNamun begitu, dia mengingatkan agar pelayanan haji tidak mengganggu penerbangan reguler yang telah dilayani oleh maskapai tersebut"Lion cuma dua pesawat, infrastruktur dan pesawat belum siapMungkin tahun depan," lanjutnya.

Ketua Komisi VIII Abdul Kadir Karding mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang beberapa maskapai penerbangan untuk membicarakan masalah ini termasuk kemungkinan masuknya maskapai lain diluar Garuda yang melayani penerbangan haji"Tujuannya kita ingin ini bisa turun tarif tiket maupun komponenMisalnya dari parkir, pembelian baju pramugari," cetusnya.

Dia juga mendesak agar pemerintah menekan margin maskapai Garuda Indonesia yang saat ini ditetapkan sebesar 10 persenDPR menilai marjin itu masih terlalu tinggiSebagai maskapai yang ditunjuk sebagai pelaksana angkutan haji satu-satunya seharusnya Garuda hanya bisa mengambil mergin dikisaran angka 5 persen"Selama ini, lebih dari 50 persen ONH berasal dari ongkos penerbangan, kita harapkan bisa dikurangi," jelasnya(wir)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Diperiksa Penyidik, Susno Pilih Bungkam


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler