Tekanan ke Kubu AU Semakin Kuat

Kesal terhadap Pernyataan Vence Rumangkang

Sabtu, 08 Mei 2010 – 07:06 WIB

JAKARTA - Jelang Kongres II Partai Demokrat, suasana kompetisi yang bersih antar kandidat kian tercorengBuktinya, kubu Anas Urbaningrum (AU)  tanpa henti merasakan adanya kampanye hitam dari oknum-oknum yang ingin menjatuhkan citra Anas di mata para pendukungnya

BACA JUGA: Jadi Kada, Antre Ditangkap KPK

Salah satunya melalui SMS di ponsel DPD dan DPC dan tim sukses.

“Bukan hanya itu, kami juga para timses sering menerima pesan-pesan ataupun omongan yang tidak mengenakan di antara sesama kader Demokrat,” kata timses AU for PD-1, Mirwan Amir, kepada INDOPOS , kemarin (7/5).

Mirwan menilai kampanye hitam itu tak lebih sebagai rasa iri yang berlebihan kepada Anas
Fitnah yang paling menonjol adalah Anas itu akan menjadikan PD menjadi partai kanan, karena Anas adalah mantan ketua umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

“Menurut saya rumor tersebut sangat lucu dan kekanakan

BACA JUGA: Ada yang Main di Pilkada Medan

Kami para timses dan pendukung AU tidak melihat sesuatu yang aneh yang akan dilakukan oleh Mas Anas
Karena Demokrat sampai kapanpun akan tetap berada sebagai partai tengah yang modern,” kata Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI tu.

Serangan terhadap kubu Anas memang sedang gencar-gencarnya dilakukan

BACA JUGA: Soal Century Golkar Pilih Berkelit

Maklum, posisi Anas Urbaningrum sebagai kandidat kuat ketua umum teus mendapat dukungan dari akar rumputKarena itu, Mirwan mengatakan, makin berkibar Anas makin banyak pula yang ingin menjatuhkan citranya.

Secara khusus Mirwan mengaku kecewa dengan pernyataan salah satu pendiri Demokrat, Vence Rumangkang, saat peluncuran buku  Sejarah Partai Demokrat di Hotel Sahid,  KamisSebab, di depan publik dan kader Demokrat yang hadir serta di depan dua kandidat ketum, Andi Mallarangeng (AM) dan Anas Urbaningrum, Vence menyatakan Anas adalah sosok yang kuat namun itu sesudah Andi MallarangengPernyataan itu, menurut Mirwan, tidak pada tempatnya.

“Itukan peluncuran buku Demokrat yang hadir adalah seluruh kader Demokrat dan bukan acara khusus yang diselenggarakan oleh salah satu kandidat ketumTapi, kok bisa-bisanya dia memberi sambutan bahwa Anas belum cocok untuk menjadi ketumIni jelas penghinaan,” tegasnyaDia merasakan acara itu seperti settingan.

Kekecewaan Mirwan juga diutarakan oleh pendukung AU lainnya, Umar ArsalMenurut anggota Komisi V DPR RI, dirinya juga kecewa dengan sambutan Vence Rumangkang yang saat ini telah berpindah partai ke Partai Barisan Nasional (Barnas)Menurutnya, jika ingin mendukung salah satu kandidat, maka bukan momennya di depan umum

“Kami tahu bahwa ia mendukung salah satu kandidat (Andi), tetapi ini bukan momennyaItu kan acara umumKami jelas kecewa dengan pendiri partai yang sudah beralih ke partai lain tapi masih ingin mencampuri partai lain,” tegas Umar.

Umar menegaskan, dirinya juga difitnah, yakni diisukan pernah melakukan tekanan terhadap ketua-ketua DPC di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk hadir dalam acara salah satu acara rival AU“Siapa saya dan apa hebatnya saya, sehingga saya bisa menahan dan melakukan penekanan terhadap orang lain?” ujarnya dengan nada bertanya. 

Sementara itu, Sekretaris Timses AM, Ramadhan Pohan yang ikut hadir mendampingi Andi Mallarangeng dalam acara buku itu mengaku pihaknya tidak merasa bangga dengan pernyataan VenceBahkan dalam pandangannya, hal itu merupakan guyonan belaka“Saya lihat orang-orang malah tertawa mendengar guroan (lawakan) dari Pak VenceKalau dari kubu AU merasa dipojokkan, itu hanya perasaan yang berlebihan saja,” ujarnya(dil)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tutup Peluang Wagub Incar Kursi Gubernur!


Redaktur : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler