Tembok Rumah Anda Punya Simbol Seperti Ini? Awas, Anda Mau Dimaling!

Sabtu, 20 Februari 2016 – 16:20 WIB
Pagar tembok yang ditandai pencuri sebagai target operasi di rumah warga di RT01/05 Kelurahan Pondokjaya, Kecamatan Cipayung, Kamis (18/2). Foto: Ricky/Radar Depok

jpnn.com - DEPOK - Dodi Akbar (28), warga RT1/5 Kelurahan Pondokjaya, Cipayung, Depok menjadi korban pencurian. Rumahnya menjadi sasaran maling pada Rabu (17/2).

Dodi mengatakan, pencuri masuk dengan cara membuka gerbang depan rumah dan mencongkel jendela dengan obeng, baru membuka pintu rumah, sekitar pukul 03.00 WIB.

BACA JUGA: Operasi Pekat, KPAI Awasi Hak Anak-anak Kalijodo

”Sepertinya pencuri sudah tahu kondisi rumah dan lingkungan kami,” kata Dodi kepada Radar Depok, Jumat (19/2).

Saat memasuki rumah, pencuri sudah masuk ke dalam ruang keluarga. Setelah masuk, pencuri mengendap-endap ingin masuk ke dalam kamar orangtuanya, yang tidak tertutup.

BACA JUGA: Janda Penjual Jamu Kuat di Kalijodo: Mau Pindah, tapi ke Rumah Ahok

"Pencuri terlihat ingin mengambil sesuatu dengan merogohkan tangannya mencari-cari barang di dekat pintu kamar orangtua saya,” ujar Dodi.

Ketika itu, Dodi mengaku belum tertidur dan memergoki pelaku yang ingin masuk kamar orang tuanya. Begitu kepergok, pencuri kaget dan langsung diteriaki maling. Adik korban yang tertidur terbangun, dan langsung mengejar pelaku pencurian.

BACA JUGA: Polisi-TNI Gelar Operasi, Preman Kabur, Kafe Kalijodo Tutup

”Pencuri berhasil lari menggunakan sepeda motor bersama temannya. Kami hanya bisa mengejar sampai ujung jalan,” katanya.

Pencuri tersebut hanya berhasil mengambil hanphone milik adiknya. Namun, kata dia, pencuri tersebut telah meresahkan warga karena membawa senjata tajam. Tidak menutup kemungkinan pelaku bisa mengancam nyawa mereka bila sudah gelap mata. "Beberapa kejadian pelaku pencurian yang masuk ke rumah membunuh korbannya. Itu yang kami takuti,” ujarnya.

Ia menduga rumahnya telah menjadi sasaran oleh pelaku dengan simbol grafity yang ditulis pelaku sebelumnya. Soalnya, setelah kejadian dirinya langsung mencari dugaan adanya coretan tersebut, dan menemukan simbol berupa grafity di tembok gerbangnya.

Simbol tersebut, kata dia, langsung disusuri di sepanjang jalan gang rumahnya. Namun, hanya ada satu simbol tersebut. Cuma rumah dia. Lainnya, hanya tulisan dengan menggunakan cat yang sama dengan arah tanda panah. "Saya menduga tulisan ini ada kaitannya,” ujarnya.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Depok Komisaris Teguh Nugroho membenarkan, ada motif pencurian di pemukiman warga dengan cara seperti ini. Bahkan, pernah kejadian di wilayah Pancoranmas dengan motif yang sama. ”Di Pancoranmas warga dicuri dan ada simbolnya setelah dicari,” ujarnya.

Teguh menduga keterlibatan aktor intelektual yang telah melatih para pencuri dengan menggunakan simbol seperti tulisan di dinding. Menurut dia, setiap beroperasi mereka tidak pernah sendiri.

Dan selalu menempatkan beberapa orang yang telah berjaga di sekitar rumah, yang telah menjadi sasaran mereka. Mereka memetakan rumah yang akan dicuri, bisa dengan berpura- pura menjadi pengamen, pemulung atau lainya.

Dengan cara itu, mereka juga mencari jalan keluar yang aman setelah berhasil mencuri. ”Warga harus mewaspadai bila ada coretan di dinding rumahnya. Lebih baik segera dihapus, dan lebih waspada,” ucap Teguh. (cky/adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gelar Operasi Pekat di Kalijodo, Ini Hasilnya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler