Tepergok Simpan Sabu-Sabu di Alat Vital

Rabu, 04 Oktober 2017 – 22:10 WIB
Sabu-sabu. Ilustrasi: YouTube

jpnn.com, SURABAYA - Berbagai modus dilakukan pengedar sabu-sabu (SS) jaringan luar negeri untuk menembus Surabaya.

Kemarin, bea cukai Bandara Juanda membeber temuan penyelundupan sabu-sabu dari Malaysia.

BACA JUGA: Nekat, Besuk Suami di Tahanan Sambil Bawa Narkoba

Kurirnya menyembunyikan serbuk haram itu di kemaluan.

PN, kurir tersebut, tiba di Bandara Internasional Juanda pada Jumat (29/9).

BACA JUGA: Wajah Penuh Tato, Rian Memelas di Depan Polisi

Sejak turun dari pesawat, dia tidak menampakkan perangai yang mencurigakan.

Termasuk saat masuk pemeriksaan metal detector. Tanpa rasa canggung, PN memasukkan semua bawang bawaannya.

BACA JUGA: Bawa 1 Kg Sabu-Sabu, Jimmy dan Hasan Dituntut 20 Tahun

Namun, petugas menemukan ada sesuatu yang mencurigakn di bagian kelamin PN.

"Dia kami hentikan untuk diperiksa lebih lanjut," kata Kepala KPPBC (Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai) Tipe Madya Pabean Juanda M. Purwantoro.

Petugas waspada lantaran pernah menjumpai modus serupa Agustus lalu.

Saat itu, Norlisa kedapatan menyembunyikan SS yang dibungkus balon di dubur dan kelamin.

Namun, pada PN, benda mencurigakan itu hanya ada di bagian kemaluan.

Petugas lalu melakukan rontgen kepada PN yang menjadi TKW di Malaysia. "Memang ada benda mencurigakan di kelamin dia," katanya.

Petugas gabungan dari bea cukai, Pomal Juanda, dan Avian Security Juanda mengamankan perempuan itu.

Dia diminta mengeluarkan benda yang dicurigai.

Terbukti, bungkusan kecil itu berisi SS seberat 90 gram. "Barang bukti itu kami amankan untuk dikembangkan," kata Purwantoro.

Selain PN, pihaknya mengggalkan sejumlah penyelundupan narkoba. Ada tiga pelaku, yakni SBL, HL, dan MT.

Mereka ditangkap pada waktu yang berbeda. Modusnya juga tidak sama.

HL ditangkap pada Kamis (14/9). Barang buktinya SS seberat 690 gram.

Barang haram tersebut dibawa dengan cara menyembunyikannya di sandal.

Dua berselang, petugas menggagalkan penyelundupan SS yang dilakukan SBL.

Jumlahnya cukup banyak, 1,5 kilogram. SBL menyembunyikan SS pada tas koper yang sudah dimodifikasi.

Sementara itu, MT ditangkap pada Juli lalu dengan barang bukti 855 gram SS. Modusnya, SS tersebut disembunyikan di pipa tas koper.
Total barang bukti yang diamankan mencapai 3,5 kilogram.

Pengungkapan penyelundupan di bandara tersebut memang tidak langsung disampaikan kepada publik.

Petugas harus merunut asal mula barang. Begitu pula dengan rencana peredaran.

Dengan begitu, petugas bisa menjaring pengedar lain di Indonesia. Dari empat tersangka yang ditangkap, semuanya ada keterkaitan.

Karena itu, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim terus mengembangkan kasus tersebut.

Di sisi lain, Komandan Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Juanda Letkol Laut (PM) Asep Soedrajat ikut memperketat pengawasan.
Apalagi, Oktober dan November merupakan masa persiapan libur akhir tahun.

Arus keluar-masuk penumpang melalui bandara bakal meningkat. "Kami tidak ingin kecolongan," tegasnya.

Asep menegaskan, jajarannya selalu siaga. Baik terminal 1 maupun terminal 2. Dia bersyukur, banyak modus yang sudah terungkap.

Meski begitu, pihaknya tidak merasa puas. "Tantangan semakin tinggi, penjahat semakin pintar dalam mencari celah. Kami harus berhati-hati." (riq/c21/fal/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Punya Pekerjaan Halal Malah Pilih yang Haram


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler