Tersedia 4.013 Lowongan Kerja untuk Lulusan SMK

Kamis, 20 November 2014 – 11:00 WIB

jpnn.com - SURABAYA – Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menawarkan 4.013 lowongan kerja ke Asia hingga Eropa. Lowongan itu ditujukan bagi para lulusan SMK di seluruh Indonesia pada akhir tahun ini.

Dalam bursa karir yang dihelat di Universitas 17 Agustus 1945, kemarin siang (19/11), pihaknya menegaskan bahwa sejumlah lowongan tersebut dibuka bagi setiap lulusan SMK yang sudah memiliki sertifikat kompetensi.

BACA JUGA: KPK Garap Eks Menteri ESDM untuk Sutan Bhatoegana

Direktur BNP2TKI Naekma menjelaskan, kini pemerintah tengah berupaya untuk mendekatkan para pencari kerja dengan penyalur tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. Ada sejumlah bidang yang ditawarkan. Di antaranya adalah manufaktur, konstruksi, perkebunan, dan kesehatan.

“Kami membutuhkan lulusan SMK yang memiliki kompetensi di bidang itu. Yang paling banyak dibutuhkan ialah tenaga kerja kesehatan,” kata Naekma.

BACA JUGA: Presiden Perintahkan Kasus TNI-Brimob Segera Diselesaikan

Menurut dia, tawaran ini merupakan peluang besar bagi masyarakat yang ingin mengadu nasib ke luar negeri. Seluruh lowongan yang tersedia tersebut merupakan pekerjaan sektor formal. Karena itu, dia menegaskan bahwa pencari kerja harus benar-benar memiliki bakat dan kompetensi tertentu. Apalagi, jika mereka memiliki sertifikat kompetensi.

“Selama ini permasalahannya terletak pada kepemilikan sertifikat kompetensi. Karena itu, banyak TKI yang bekerja di sektor informal, seperti, pembantu rumah tangga,” ujarnya.

BACA JUGA: TNI-Brimob Bentrok Lagi, Panglima TNI dan Kapolri Dianggap Lemah

Pada momentum Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 mendatang, Naekma menegaskan bahwa sertifikat kompetensi menjadi kunci utama persaingan tenaga kerja internasional.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala UPT Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P3TKI) Surabaya Agus Heri Santoso. Ia menjelaskan bahwa para pencari kerja yang paling diutamakan adalah mereka yang memiliki kompetensi. Karena itu, lulusan SMK lebih diutamakan. Kecuali di bidang kesehatan, pekerjaan ini membutuhkan tenaga kerja lulus sarjana.

“Masalah kompetensi teknis mudah diatasi dengan persiapan dan pelatihan khusus. Tetapi, kita sering kalah bersaing karena terkendala persoalan bahasa,” tutur Agus.

Dalam kesempatan tersebut, lowongan kerja sengaja dibuka hanya untuk sektor formal. Sebab, saat ini pemerintah tengah berupaya untuk meniadakan pengiriman tenaga kerja sektor informal secara bertahap. Karena itu, pemerintah juga tengah mendorong adanya pendidikan berbasis kompetensi untuk melahirkan lulusan-lulusan yang kompeten dan siap kerja. Satu di antaranya adalah lulusan SMK.

“Saat ini, perbandingan antara pekerja sektor formal dengan informal sudah mencapai 70:30. Kami targetkan, pada 2017 mendatang, zero tenaga kerja informal dari Indonesia,” pungkas Agus.(ima/c2/opi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... DPR Ingatkan TNI-Polri tak Lindungi Anggotanya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler