Tingkatkan Fungsi Intelijen Pasar Ekspor

Rabu, 07 Januari 2009 – 00:15 WIB
JAKARTA – Menurunnya ekspor ke sejumlah negara utama diantisipasi Departemen Perdagangan (Depdag) dengan menambah jumlah ITPC (Indonesia Trade Promotion Centre)Strategi lainnya adalah, meningkatkan intensitas market intelligence (penyelidikan pasar)

BACA JUGA: Koreksi BI Rate Idealnya 50 Bps



“Para kepala perwakilan dagang Indonesia di luar negeri harus bisa menjadi ujung tombak bagi keberhasilan promosi dan pemasaran produk Indonesia,’’ kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di gedung Depdag, Selasa (6/1).  ‘’Selain itu, mereka harus bisa menjadi intelijen berbagai informasi pasar yang berguna bagi pemerintah dan dunia usaha di dalam negeri,” ujarnya


Terkait ITPC, tahun ini Depdag akan mendirikan 11 ITPC di sejumlah kota di negara yang masih potensial.  Saat ini, Indonesia baru memiliki 20 ITPC

BACA JUGA: Besaran Royalti Tunggu Menkeu

Antara lain di Los Angeles, Osaka, Dubai, Budapest, Sao Paolo, Johannesburg, Milan, Sydney dan Hamburg
Sedangkan 10 ITPC yang akan dibangun tahun ini antara lain di Shanghai, Busan, Chennai, Jedah, Lagos, Barcelona, Lyon, Vancouver, Chicago, Mexico City dan Santiago

BACA JUGA: GM Dongkrak Investasi di Asia Pasifik

“Pasar baru seperti Rusia dan Timur Tengah bisa menjadi tujuan utama ekspor potensial bagi Indonesia, “ lanjutnya

Menurut dia, pembukaan pasar ekspor baru diperlukan karena banyak negara di Eropa, termasuk Amerika Serikat (AS) yang sedang lesu perekonomiannyaKedua wilayah itu hingga saat ini masih menjadi pasar ekspor besar IndonesiaDari sisi volume, ekspor Indonesia ke Uni Eropa (14 persen), Jepang (12,9 persen), AS (11,6 persen), Singapura (9,3 persen) dan RRT (7,3 persen)“Ekspor dan impor cenderung menurun, walapuan impor masih cukup tinggi seiring pertumbuhan ekonomi,” terangnya.

Mendag mengaku optimistis dengan kondisi perdagangan tahun ini, walaupun kontribusinya diperkirakan tidak akan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomiKebijakan yang akan dilakukan pemerintah adalah meningkatkan daya saing dan promosi ekspor, mempermudah impor barang modal untuk pengaman kegiatan sektor riil, menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif“Kita akan berusaha menciptakan lapangan kerja baru,” tukasnya. (wir/bas)

    

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tanggulangi PHK, Depnakertrans Siapkan Rp 200 m


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler