Tito: Tidak Boleh Menghalangi, Kalau Ada Kami Akan Proses Hukum

Senin, 08 Agustus 2016 – 19:44 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto: dok. biro pers Kepresidenan

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan (Mendag) ‎Enggartiasto Lukita‎ menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta, Senin (8/8). Pertemuan itu untuk membahas ketahanan pangan dan investasi di Indonesia.

Tito mengatakan, rapat koordinasi juga melibatkan pihak penambangan modal, komisi pengawas persaingan usaha, dan Ditjen Bea Cukai.

BACA JUGA: Catat, Bentrok Satpol PP Kontra Polisi Bukan Konflik Institusi

"Intinya adalah mendukung kebijakan pemerintah di bidang ekonomi. Kami ingin berusaha mendorong peningkatan penerimaan negara. Termasuk untuk kepolisian melakukan langkah-langkah membantu penegakan hukum, misalnya penanganan penyelundupan," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta.

Dalam rakor, Polri diminta untuk mendukung dan menciptakan iklim investasi yang sudah dibentuk pemerintah. Termasuk memberikan jaminan keamanan kepada investor dan pengusaha.

BACA JUGA: Tuh, Anggota DPR Diberi Amplop saat Kunker ke Maluku

"Jadi seluruh kapolda, kapolres kemudian jajaran perdagangan, pertanian dan seluruh kakanwil serta kantor bea cukai seluruh wilayah Indonesia mengikuti agenda ini," jelas dia.

Rakor itu juga membahas kebijakan agar negara menghindari inflasi di bidang pertanian dan perdagangan.‎ Hal ini diperlukan, untuk menjaga stabilitas harga dan memelihara kondisi persaingan yang sehat.

BACA JUGA: Agar Tak Dipidana, Rizal Ramli Disarankan Minta Maaf ke Ahok

"Kartel-kartel, kami akan awasi dan monitor. Penegakan hukum akan diberikan pada kartel yang memainkan harga," tegas Tito.

Polri juga diminta untuk membantu stabilitas harga pangan dengan memonitor suplai, produksi, maupun distribusinya.

"Prinsipnya kami siap membantu dalam kegiatan operasi pasar. Kami sudah instruksikan seluruh jajaran untuk membantu agar operasi pasar berlangsung. Tidak boleh menghalang-halangi, kalau ada kami akan proses hukum," tandas Tito. (Mg4/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... HNW: Seharusnya Indonesia Menuntut Filipina


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler