TOP! Di Sekolah Ini 97 Persen Siswanya Jujur

Minggu, 17 Januari 2016 – 08:49 WIB
Siswa SMPN 11 Padang sedang belajar. Foto: Padang Ekspres/JPG

jpnn.com - PADANG - SMPN 11 Padang meraih penghargaan sekolah berintegritas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

SMPN 11 Padang terletak di Jalan Raya Indarung, Lubukkilangan, Padang. Sekolah terlihat asri karena banyak ditumbuhi pepohonan. Tak ada sampah berserakan di halaman sekolah maupun ruang kelas. Para pelajar terlihat serius memperhatikan materi yang diberikan guru.

BACA JUGA: Persaingan SNM PTN Bakal Kian Ketat, Ini Penyebabnya

Kepala SMPN 11 Padang Suindra menceritakan, awalnya dia tak pernah berpikir tentang penghargaan sekolah berintegritas tersebut. Dia hanya berusaha melakukan yang terbaik. Dia tidak pernah berpikir slogan jujur dan berprestasi mendapat perhatian serius pemerintah.

Penelitian Kemendibud, persentase kejujuran di SMP yang dia komandoi mencapai 97, 27 persen, hanya 2,73 persen yang tidak jujur.

BACA JUGA: Jokowi Diyakini Mampu Realisasikan Peralihan Status Usakti

Dia mengaku tak punya trik khusus menanamkan nilai-nilai kejujuran kepada siswa-siswinya. “Sekolah hanya memfokuskan pada penanaman nilai-nilai ibadah,” ungkap kepala sekolah yang terkenal dekat dengan para siswa ini.

Nilai ibadah yang dimaksudnya adalah, orang yang ibadahnya bagus, dapat dipastikan prestasinya juga bagus. Demikian pula dengan kejujuran seseorang. Setiap apel pagi selalu yang ditanyakan kepada siswa-siswi adalah tentang shalat.

BACA JUGA: Tahun Ini Ada Tiga Jenis Ujian Nasional

“Siswa-siswi yang mendirikan ibadah dengan baik dapat memberi pengaruh besar terhadap perilaku ketika berada di sekolah, seperti mengerjakan tugas dan ujian dengan jujur,” terang Suindra.

Suindra mencontohkan, salah seorang siswanya yang kurang disiplin menjadi penurut ketika hatinya telah tergugah. Siswanya tak malu mencium kening orangtuanya ketika menyadari kesalahan yang telah dia perbuat.

Sampai sekarang, siswanya tidak pernah meninggalkan ibadah dan prestasinya pun terbilang baik, bahkan Suindra pernah diingatkan siswanya untuk tidak meninggalkan ibadah.

“Dulu tampilannya punk sekali, sekarang sudah terlihat lebih rapi,” ujarnya sambil memperlihatkan foto siswa yang dia bicarakan tersebut.

Dia mengaku, selama menjadi kepala sekolah di SMP tersebut, dia tidak pernah memberikan sanksi keras kepada siswa yang tak disiplin. Dia lebih banyak memberikan reward kepada yang disiplin. Dia cukup memberikan sanksi sosial, seperti tidak menerima jabatan tangan ketika ingin bersalaman.

Hal tersebut dapat menjadi otokritik bagi mereka yang tidak disiplin. “Tidak hanya kepada siswa, kepada guru juga begitu. Karena guru akan menjadi contoh bagi siswa,” jelasnya.

Reward yang diberikan kepada siswa-siswa juga terbilang tidak begitu fantastis. Bagi siswa yang disiplin sekolah hanya diberikan permen dan uang Rp 5 ribu. Sementara guru yang disiplin akan diberikan rekomendasi berbagai kegiatan yang diselenggarakan.

Penerapan nilai-nilai ibadah tersebut, tidak hanya mempengaruhi tingkat kejujuran siswa dan siswi, tapi juga berpengaruh kepada prestasi yang lain.

Seperti ketika SMPN 11 Padang meraih penghargaan sekolah yang cinta lingkungan, Adiwiyata. Semua itu, berawal dari nilai ibadah. Kemudian hal tersebut juga telah mendorong SMPN 11 Padang menerapkan sekolah ramah anak.

Suindra menjelaskan sekolah ramah anak merupakan program yang dapat membuat siswa-siswi merasa nyaman ketika berada di sekolah. Ada tempat-tempat di sekitar sekolah diberi warna untuk menandakan aman atau tidak aman.

“Seperti warnet itu kita beri warna merah, karena dapat merusak. Halte kita beri warna kuning. Sementara polsek, masjid dan sejenisnya, kita beri warna hijau. karena hal tersebut memberikan dampak yang baik kepada siswa,” terang Suindra. (cr13/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... SEDIH! Siswa ke Sekolah Lewat Rawa karena Jalan Ditutup Perusahaan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler