Torang Samua Basudara, Konflik Ambon Jangan Terulang di Sulut!

Senin, 15 Mei 2017 – 15:28 WIB
Ratusan personel kepolisian disiagakan untuk mengantisipasi penolakan kedatangan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Manado oleh ormas adat Minahasa, di depan pintu masuk VVIP Bandara Internasional Sam Ratulangi, Sabtu (13/5). Foto:Paul Bawole /Manado Post/dok.JPNN.com

jpnn.com, MANADO - Semua pihak diminta mewaspadai ulah oknum yang ingin memanfaatkan situasi di Sulawesi Utara yang memanas pascakedatangan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito meminta semua elemen masyarakat jangan terprovokasi.

BACA JUGA: Fahri Hamzah Tegaskan KPK Harus Mau Diangket

“Persatuan dan kedamaian di Sulut sudah sangat bagus. Harus dijaga. Jangan terporvokasi!” kata mantan Kapolda Jawa Barat itu, seperti diberitakan Manado Post online (Jawa Pos Group).

Ia sangat terpesona dengan kondisi daerah Nyiur Melambai yang damai dan toleransinya sangat tinggi. Umat beragam hidup berdampingan.

BACA JUGA: Fahri Hamzah: KPK Mau Menakut-nakuti Saya?

“Kita akan pelihara terus ini. Jangan ada pihak-pihak memanfaatkan situasi. Saya percaya itu bisa terus terjalin dengan baik. Ini adalah kekuatan Sulut,” tutur jenderal bintang dua tersebut.

Senada dikatakan Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito. Menurutnya, sejak menginjakkan kaki di Sulut, dia sudah mengetahui masyarakat Nyiur Melambai hidup berdampingan tanpa ada gesekan.

BACA JUGA: 6 Fakta Penolakan Fahri Hamzah di Manado (3/habis)

“Ini harus dipertahankan. Karena saya tahu Sulut sejak dulu kerukunan antar umat beragamanya sangat baik,” kata Warsito.

Bahkan menurutnya, tingginya sikap toleransi di Sulut patut menjadi contoh bagi daerah lain. “Iya, sangat layak jadi contoh untuk daerah lain. Saya harap ini tetap dipertahankan sampai kapanpun. Kita tidak boleh terpancing dengan provokasi dari pihak-pihak tak bertanggungjawab,” tutup jenderal bintang dua itu.

Pimpinan dan tokoh agama Sulut menyerukan serupa. Ketua BPMS GMIM Pdt HWB Sumakul mengajak umat Kristen untuk tetap tenang dan tidak mudah tersulut emosi.

Dia berpendapat, segala upaya dalam mendukung NKRI adalah sikap GMIM. GMIM adalah organisasi agama besar di Sulut yang mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi sehingga gerakan apapun yang mencoba merusak NKRI akan dilawan.

Namun sebagai orang Kristen, harus mendoakan setiap musuh yang dihadapi. “Memancarkan kasih berdasarkan firman. Yesus sudah menggambarkan secara jelas dalam Matius 5 : 13-16 tentang garam dan terang dunia. Demikian juga Paulus dalam 1 Korintus 13,” ungkapnya.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Manado Ida Bagus Ketut Alit juga senada. “Saya mengimbau kepada masyarakat Manado dan bahkan Sulawesi Utara kiranya tidak mudah terprovokasi,” ungkapnya.

Dia mengajak setiap warga untuk berefleksi dan meningkatkan kehidupan spiritual. “Banyak berdoa agar selalu diberikan kehidupan yang damai dan saling mengasihi sesama anak bangsa, demi keutuhan NKRI,” katanya.

Pimpinan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Pdt Ronald Rantung mengatakan, masyarakat Sulut selama ini hidup berdampingan dan menerima perbedaan.

Dia menilai, penolakan terhadap FH bukan berarti warga Sulut membenci suku, agama, dan ras tertentu, tapi karena mencintai toleransi yang selama ini sudah dipelihara.

Karena FH beberapa kali diduga mengeluarkan pernyataan intoleran. Namun dia meminta, warga tidak terprovokasi oleh oknum tertentu yang ingin melihat terjadi kerusuhan di Sulut.

“Kan orang Sulut cinta NKRI. Marilah kita masyarakat Sulut untuk mencari jalan damai. Tidak mau yang anarkis. Aliran-aliran keras,” jelasnya.

Bukti masyarakat Sulut menjunjung tinggi toleransi salah satunya dengan kehadiran tempat wisata Bukit Kasih. Pdt Ronald juga mengajak semua elemen untuk berkaca dengan kerusuhan Ambon. Kacau dan terjadi konflik horisontal hanya karena semua pihak terpancing.

“Kita tidak boleh seperti itu. Untuk itu, jangan sampai kondisi sekarang ini, dijadikan kesempatan bagi mereka yang tidak bertanggung jawab merusak kedamaian di Sulut,” tandasnya.

Ketua Kerasulan Awam Keuskupan Manado Pst Frets Tawaluyan mengungkapkan, Sulut selama ini cinta damai. Semua masyarakat juga hidup berdampingan dan tidak memandang perbedaan.

“Sulut di mana-mana cinta damai. Dan itu menjadi dasar kebersamaan. Apalagi cinta damai adalah mental warisan dari sejak nenek moyang dahulu. Toleransi beragama juga adalah dasar persaudaraan kita yang sangat kental. Sebab itu warga Sulut selalu dikatakan smille people,” jelasnya.

Lanjut, wujud cinta damai itu tidak pura-pura. “Orang Sulut kalau dia bilang sayang ya sayang. Kalau dia marah dia bilang marah,” ucapnya.

Tambah Tawaluyan, akhir-akhir ini situasi agak berubah karena banyak kasus intoleran di luar Sulut oleh kelompok radikal. Ini ternyata menjadi kecemasan banyak orang. Sehingga puncaknya kehadiran FH mendapat penolakan besar dari masyarakat.

“Karena dia (FH) dinilai banyak mendukung kelompok-kelompok intoleran,” katanya. Tapi Tawaluyan berharap, Sulut tetap damai dan tidak terpancing. “Kedamaian dan keamanan di Sulut harus kita jaga bersama,” katanya.

Ketua MUI Sulut Abdul Wahab Gafur mengatakan, masyarakat Sulut sejak dulu sampai sekarang cinta damai.

“Walaupun berbeda agama, ras, atau suku tapi kita tetap satu. Seperti halnya Bhineka Tunggal Ika. Karena di daerah ini dari dulu-dulu dikenal ‘Torang Samua Basudara’,” imbuhnya.

Harapnya, masyarakat terus menjaga keamanan dan kedamaian. “Jangan ada hal yang merusak kerukunan antar umat beragama yang sudah terjalin sejak lama. Sebaliknya kita harus bersatu padu untuk membangun daerah ini dengan sebaik-baiknya,” harap Abdul.

Begitu juga disampaikan Ketua Walubi Manado Sufandi Siwi. Dia mengajak semua elemen untuk menjaga kerukunan antar umat beragama.

“Saat ini kita perkuat lagi tali persaudaraan dan memupuknya. Yang intinya dari dalam (masyarakat Sulut) dulu. Tidak usah mencampuri urusan orang lain. Serta jangan dengar berita dari luar. Kita perkuat lagi kerukunan antar umat beragama,” unkapnya. (dewi/gorby/can)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... 6 Fakta Penolakan Fahri Hamzah di Manado (2)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler