Transaksi DNDF Bikin Rupiah Semakin Bertaji

Minggu, 04 November 2018 – 01:42 WIB
Ilustrasi rupiah dan dolar. Foto: JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Transaksi domestic non-deliverable forward (DNDF) yang diberlakukan sejak Kamis (1/11) berdampak positif terhadap nilai tukar rupiah.

Berdasar data Bloomberg, rupiah menguat ke level Rp 14.955 per USD pada penutupan perdagangan Jumat (2/11).

BACA JUGA: Rupiah Bisa Rp 20 Ribu Jika Tidak Ada Kelapa Sawit

Transaksi rupiah sepanjang hari diperdagangkan di kisaran Rp 14.955–Rp 15.100 per USD.

Menurut data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah berada di Rp 15.089.

BACA JUGA: Jangan Pertaruhkan Nasib Rakyat Karena Menteri

’’Alhamdulillah dalam beberapa waktu terakhir stabil dan bahkan menguat,’’ kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Jumat (2/11).

Sejak diluncurkan, lanjut dia, instrumen alternatif hedging itu mampu mendorong kecukupan likuiditas di pasar rupiah maupun valas.

BACA JUGA: Ekspor CPO Harus Digenjot demi Kendalikan Nilai Tukar Rupiah

Dunia perbankan pun mendukung instrumen baru tersebut. Setidaknya sudah ada sebelas bank yang melakukan transaksi DNDF di antara total 30 bank yang menyatakan kesiapannya.

Kecukupan likuiditas tersebut membuat pergerakan supply dan demand menjadi positif di pasar keuangan.

’’Jadi, ini penguatan rupiah murni mekanisme pasar,’’ tutur Perry.

Perry menjelaskan, tingkat kepercayaan pasar yang sudah membaik itu dibuktikan dengan masuknya aliran modal asing ke Indonesia.

Berdasar data BI, jumlah aliran modal asing yang masuk melalui pembelian surat berharga negara (SBN) dalam sepekan mencapai Rp 1,9 triliun.

Secara year to date atau tahun berjalan, jumlah capital inflow sejak Januari sampai Oktober tercatat Rp 28,9 triliun.

’’Aliran modal asing ini mendukung stabilitas rupiah,’’ ujar Perry. (ken/c14/oki)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Akhir Tahun, Rupiah Bisa Rp 15.600 per USD


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler