Tri Rismaharini Bisa Maju Lagi lewat PDIP, Syaratnya...

Selasa, 17 Maret 2015 – 09:12 WIB
Tri Rismaharini menyalami salah satu warga di Surabaya. Foto: Dok JPNN

jpnn.com - SURABAYA - PDI Perjuangan akan mengusung kader sendiri sebagai calon wali kota (cawali) dan calon wakil wali kota (cawawali) dalam pilkada Kota Surabaya. Hal ini merupakan hasil rapat kerja cabang (rakercab) DPC PDIP Surabaya Minggu malam lalu (15/3)

Artinya, jika berniat maju lagi sebagai cawali PDIP, Wali Kota incumbent Tri Rismaharini harus bersedia menjadi kader PDIP.

BACA JUGA: Lihat nih, Jendera Rumah Pengurus LSM Bolong Diberondong

Hal itu dibenarkan oleh Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Surabaya Adi Sutarwiyono. ”Kalaupun nanti ada kandidat dari luar partai, dia harus masuk menjadi anggota partai dulu,” katanya.

Seperti diketahui, pada pilwali 2010, Risma diusung PDIP sebagai cawali berpasangan dengan cawawali Bambang Dwi Hartono. Namun, sampai kini Risma tidak tercatat sebagai kader PDIP.

BACA JUGA: Ratusan Pegawai Universitas Andalas Demo, Kenapa ya?

Mantan kepala badan perencanaan pembangunan kota (bappeko) itu masih berstatus pegawai negeri sipil (PNS) hingga kini. Jika maju lagi pada pilwali tahun ini, Risma harus bersedia melepas status PNS-nya dan masuk sebagai kader PDIP.

Budi Leksono selaku ketua panitia rakercab menegaskan, rekomendasi yang terkait dengan pilwali sudah final. ”Segera kami komunikasikan dengan DPP PDIP,” katanya.

BACA JUGA: Pemkab Cirebon Tak Kreatif Atasi Banjir

Rakercab tersebut merupakan agenda perdana pasca terbentuknya kepengurusan DPC PDIP Surabaya periode 2015–2020 yang diketuai oleh Whisnu Sakti Buana. Dalam rakercab yang berakhir Senin dini hari itu, ada pula rekomendasi lain yang ditelurkan tiga komisi di partai, yakni komisi program, politik, dan organisasi.

Mengacu rekomendasi dari komisi politik, kader yang bakal diusung harus memiliki loyalitas dan kompetensi yang teruji. ”Memang, sepintas, kami menutup koalisi dengan partai lain untuk penggabungan paket cawali-cawawali,” kata Wakil Ketua DPC PDIP Adi Sutarwijono.

Meski demikian, terang Adi, PDIP tetap membuka kesempatan untuk berkoalisi dengan partai lain. Namun, koalisi itu tidak bertujuan mengusung paket cawali-cawawali.

”Koalisi yang kami bangun nanti adalah untuk sinergi visi dan misi membangun Surabaya lima tahun ke depan bersama-sama. Kecuali jika nanti DPP memiliki kebijakan lain, tentu akan dikomunikasikan,” katanya.

Selain seluruh fungsionaris DPC PDIP se-Surabaya, sejumlah tokoh PDIP hadir dalam rakercab perdana itu. Antara lain, Wakil Ketua DPD PDIP Bambang D.H. serta anggota DPR asal PDIP Hengky Kurniadi. (ris/c11/oni)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... 3 Bulan Insentif Tak Dibayar, Dokter Spesialis RSUD Banten Mogok,


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler