Uang Ganja Biayai Teroris

Rabu, 26 Oktober 2011 – 12:26 WIB
Barang bukti ganja yang diekspose Polres Madina dan BNN (Firman/jpnn)

MADINA--Wakil Bupati Mandiling natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut) menduga, uang hasil penjualan ganja turut membiayai terorismeMeski tidak spesifik menjelaskan terorisme yang dimaksud, namun fakta pelucutan 54 pucuk senjata rakitan dan masih banyak lagi senjata rakitan memperkuat dugaannya

BACA JUGA: Puncak Jaya Masih Panas, Kantor Dibakar

Selain itu, kondisi ekonomi warga juga terlihat berada di bawah garis kemiskinan.

“Saya menduga uang hasil penjualan turut biayai teroris,” kata Dahlan pada wartawan kemarin.

Ia menyebutkan, selama ini hubungan pemerintah dengan masyarakat Desa Huta Tua, Huta Bangun, Huta Tinggi dan Huta Tonga tidak harmonis
Pemerintah tidak bisa mengakses penuh kegiatan kemasyarakatan yang berlangsung

BACA JUGA: Yakin Ada yang Tewas Belum Ditemukan



“Mereka itu mirip negara barbar
Saling menembak satu sama lain, apalagi warga asing,” kata Dahlan yang mengaku tidak berani datang ke daerah tersebut tanpa pengawalan ketat aparat.

Selain senjata rakitan, lanjut Dahlan, secara kasat mata kondisi ekonomi sekira 400 kepala keluarga (KK) itu masih jauh berada di bawah garis kemiskinan

BACA JUGA: Jadwal Keberangkatan Kereta Diubah

“Adik-adik wartawan sudah bisa lihat sendiri kondisi rumah merekaTapi, itu hanya kamuflase sajaMungkin saja mereka punya harta di luar,” duga Dahlan.

Soal kegiatan teror ini turut disinggung Kapolres Madani AKBP A Fauzie DalimuntheIa mengaku, warga sebenarnya ingin melaporkan ladang ganja, hanya saja takut terhadap kelompok lain yang selama ini diketahui terlibat aktif dengan perladangan ganja.

“Ya, ada intimidasi sehingga itu juga menjadi masalah, karena keselamatan warga menjadi perhatian utama kami,” kata Fauzie, tanpa menyebutkan aksi intimidasi itu bagian dari kegiatan teroris(fir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi di Papua Harus Berdua


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler