Upah Satpol PP di Bawah UMR

Rabu, 09 Maret 2011 – 06:13 WIB

MAKASSAR - Penghasilan tenaga honorer di lingkup Pemkot Makassar dinilai masih jauh dari kebutuhan hidup layakTenaga kontrak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) misalnya, menerima penghasilan jauh di bawah upah minimum regional atau UMR Kota Makassar.

Kepala Satpol PP Kota Makassar, Marimin Tahir mengemukakan, personel Satpol PP memiliki risiko kerja yang cukup tinggi dibanding pegawai lainnya

BACA JUGA: Korupsi, Bendahara Panwaslu Divonis Setahun Penjara

Beban kerjanya juga kadang melampui jam kerja standar yang maksimal hanya 48 jam.

Personel Satpol PP yang bertugas di lapangan menerima upah sekira Rp 750 ribu per bulan
Jumlah itu terdiri dari gaji tetap Rp500 ribu, operasional Rp100 ribu, serta tambahan Rp 150 ribu

BACA JUGA: Obat Cacing Rugikan Daerah



"Sudah pernah diusulkan penghasilan personel minimal Rp1 juta per bulan
Tapi sepertinya belum bisa terealisasi," kata Marimin di sela-sela rapat Forum SKPD Pemkot Makassar di Hotel Mercure, Selasa, 8 Maret.

Satpol PP saat ini memiliki personel sebanyak 404 orang termasuk yang sudah berstatus pegawai tetap dan yang diperbantukan di kantor kecamatan

BACA JUGA: Lima Tahun Kotim Defisit Beras

Khusus tenaga kontrak, personel yang tercatat sebanyak 292 orang.

Jumlah itupun dinilai Marimin masih jauh dari cukupBila dibanding Satpol PP Kota Makassar dengan daerah lain seperti Maros atau Gowa, jumlah personel di Kota Makassar masih kalah jumlahnya.

Padahal menuru Marimin, Kota Makassar dengan permasalahannya yang sangat kompleks semestinya memiliki kekuatan personel yang lebih besar"Sudah pernah diusulkan penambahan personel, tetapi ada larangan dari Kemenpan," tuturnya(rif)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ricuh Tambrauw, KPU Datangi Mendagri


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler