Upaya Deteksi Dini Cegah Kebakaran di Seluruh Lapas dan Rutan Yogyakarta

Jumat, 10 September 2021 – 07:08 WIB
Pengecekan instalasi listrik dan peralatan Apar yang dilakukan di seluruh Lapas dan Rutan di Yogyakarta, Kamis (9/9). Foto: Antara

jpnn.com, YOGYAKARTA - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan upaya deteksi dini setelah kejadian kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang.

Upaya deteksi dini itu seperti yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sleman, memastikan ketersediaan sarana pengendali kebakaran dan instalasi listrik.

BACA JUGA: 44 Orang Tewas di Lapas Tangerang, Penjara Bukan Satu-satunya Solusi

Kepala Kanwil Kemenkumham DIY Budi Argap Situngkir menegaskan, pihaknya siaga dan waspada agar peristiwa Lapas Tangerang tidak terjadi di Lapas dan rumah tahanan yang ada di Yogyakarta.

"Kami berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," kata Budi, Kamis (9/9).

BACA JUGA: Kemenkumham Minta Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang Membantu Tim DVI Polri

Salah satu bentuk kesiapsiagaan yang dilakukan, kata Budi, dengan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) siap pakai.

Budi juga menyampaikan, jajarannya akan selalu siap siaga untuk mengantisipasi kejadian kebakaran.

BACA JUGA: Polisi Usut Dugaan Kelalaian Kebakaran Lapas Tangerang

Kelengkapan sarana dan prasarana untuk antisipasi kebakaran turut menjadi perhatian.

"Kita tentunya harus selalu siap siaga. Peralatan pemadam api selalu siap untuk digunakan," kata Budi.

Pengecekan instalasi listrik, menurut dia, perlu dilakukan secara berkala mengingat faktor penyebab kebakaran banyak terjadi karena arus pendek listrik.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham DIY Gusti Ayu Putu Suwardani menambahkan, upaya deteksi dini dengan mengecek seluruh instalasi listrik kamar hunian dan perkantoran dilakukan di 15 unit pelaksana teknis (UPT) pemasyarakatan di DIY, baik lapas maupun rutan.

"Kami berharap kebakaran tidak terjadi di lapas atau rutan di Yogyakarta karena tidak banyak kabel-kabel yang berseliweran. Memang tidak boleh kabel ada di kamar hunian," kata dia.

Mengenai jumlah penghuni Lapas di DIY, Gusti Ayu menyebutkan, masih di bawah kapasitas yang disediakan.

Dari daya tampung 2.096 orang, saat ini diisi 1.796 warga binaan.

"Relatif masih di bawah kapasitas. Ini yang kami syukuri karena di DIY tidak terlalu tinggi jumlahnya," katanya.

Meski demikian, Ayu mengakui dari 1.796 warga binaan itu memiliki sebaran yang tidak merata sehingga membuat beberapa lapas atau rutan di DIY tetap mengalami kelebihan kapasitas.

Berdasatkan data dari Kanwil Kemenkumham, dua Lapas dan dua Rutan di DIY kelebihan kapasitas, yakni Lapas Kelas IIB Cebongan, Sleman, terisi 248 dari kapasitas 225.

Lapas Kelas IIB Wonosari terisi 140 dari kapasitas 110.

Kemudian Rutan Kelas IIB Bantul terisi 148 dari kapasitas 127, dan Rutan Kelas IIB Wates terisi 84 dari kapasitas 70.

Menurut Gusti Ayu, sejumlah lapas di DIY akan menggelar simulasi bencana kebakaran sebagai antisipasi.

Rutan Bantul akan menggelar simulasi pada Sabtu (11/9) bekerja sama dengan Damkar dan BPBD setempat.

Sedangkan Lapas Kelas IIA Yogyakarta menjadwalkan kegiatan serupa pada Senin (13/9).

"Kami berharap ke depan sembilan UPT yang memiliki warga binaan melakukan itu sebagai antisipasi kalau terjadi kebakaran," kata dia. (mar1/jpnn/antara)

Video Terpopuler Hari ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mimpi Ayah Rezkil Khairil sebelum Lapas Tangerang Terbakar, Oh


Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler