Urus Izin Investasi di Indonesia 2 Bulan, Vietnam 2 Pekan

Jumat, 19 Mei 2017 – 14:34 WIB
Ilustrasi kapal. Foto: Jawa Pos/JPNN

jpnn.com, SURABAYA - Realisasi investasi di Jawa Timur pada kuartal pertama 2017 hanya mencapai Rp 28,44 triliun.

Artinya, terjadi perlambatan bila dibandingkan dengan kuartal pertama 2016 senilai Rp 37,92 triliun.

BACA JUGA: Indonesia Favorit Investor, Dana Asing Masuk Rp 105 Triliun

Wakil Ketua Bidang Pengembangan Usaha, Investasi, dan IT DPP Apindo Jawa Timur Tri Andhi Suprihartono menyatakan, lesunya perekonomian global membuat investor menunggu momentum untuk menanam modal.

Selain itu, negara-negara di kawasan Asia Tenggara lebih agresif menarik investasi asing jika dibandingkan dengan Indonesia.

BACA JUGA: Suami Istri Sepakat Balik ke Cinta Pertama Pasangan Sejenis

Salah satunya adalah Vietnam. Negara Paman Ho itu piawai menarik modal asing dengan melonggarkan izin-izin investasi.

”Mengurus perizinan investasi di sini bisa memakan waktu hingga 60 hari. Kalau di Vietnam, hanya diperlukan dua minggu,” terangnya.         

BACA JUGA: Innalillahi, 6 Santri Tewas Tenggelam di Bekas Galian

Jatim juga bersaing dengan daerah-daerah lain di Indonesia yang berebut investor. Terutama Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Jateng selangkah lebih maju karena upahnya relatif lebih rendah daripada daerah-daerah ring satu di Jatim.

Karena itu, banyak minat investasi yang beralih ke Jateng.

”Padahal, kalau dari segi infrastruktur, saat ini Jateng tidak jauh berbeda dengan Jatim,” ujarnya.

Pada triwulan pertama 2017, lokasi investasi favorit investor lokal adalah Pasuruan dengan nilai investasi Rp 2,51 triliun.

Berikutnya adalah Gresik sebesar Rp 2,31 triliun, Sidoarjo (Rp 2,14 triliun), dan Banyuwangi (Rp 1,76 triliun).

”Pasuruan memang ideal karena berada di tengah. Produknya bisa masuk Surabaya, Malang, Jember, hingga Banyuwangi,” jelasnya.

Infrastruktur penunjang lainnya adalah Pelabuhan Tanjung Tembaga di Probolinggo yang memudahkan akses dari Jawa dan luar Jawa.

Sementara itu, kawasan tujuan investasi asing adalah Gresik (Rp 2,80 triliun), Sidoarjo (Rp 1,45 triliun), Surabaya (Rp 1,19 triliun), dan Madiun (Rp 1,19 triliun).

Gresik dipilih karena dekat dengan tujuh pelabuhan ekspor-impor.

Selain nilai investasi, jumlah API-U (Angka Pengenal Importer Umum) di Jatim pada kuartal pertama lalu turun drastis dari 1.598 menjadi 156.

Demikian pula dengan API-P (Angka Pengenal Importir Produsen) yang juga anjlok dari 1.105 pada 2016 menjadi 77 pada triwulan pertama 2017.

Badan Penanaman Modal Jatim menilai penurunan realisasi investasi disebabkan krisis ekonomi global serta melemahnya nilai tukar rupiah.

Akibatnya, terjadi reschedulling atau replacing mesin dan bahan baku impor. (vir/c16/noe)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengakuan Pelajar SMP, Diberi Teh, Tertidur, Ada yang Ikut Lalu Buka Baju


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler