Usai Diskusi di Istiqlal, Bu Mega Cs Dijamu Jokowi di Istana

Rabu, 16 Mei 2018 – 17:15 WIB
Megawati Soekarnoputri bersama Ketua BPIP Yudi Latief (kemeja putih) dan para tokoh agama saat dijamu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Rabu (16/5). Foto: M Fathra Nazrul/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri mendatangi Istana Merdeka Jakarta, Rabu (16/5). Presiden Joko Widodo menjamu langsung Megawati yang hadir bersama sejumlah tokoh lainnya, termasuk Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar dan Ketua BPIP Yudi Latief.

Sebelum mendatangi Istana Merdeka, Presiden Kelima RI itu terlebih dahulu menghadiri Silaturahmi Kebangsaan dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila hasil kerja sama BPIP dengan Kementerian Agama yang digelar di Masjid Istiqlal. Menurut Nasaruddin, kegiatan di Masjid Istiqlal itu juga dihadiri para tokoh agama lain.

BACA JUGA: Jago PDIP di Malut Ajak Warga Lawan Radikalisme saat Ramadan

"Tadi kami acaranya di Masjid Istiqlal,” ujar Nazaruddin di Istana Merdeka. “Lengkap ya, ada Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu bersama Pak Menteri Agama (Lukman Hakim Saifuddin, red) juga Ibu Megawati.”

Nasaruddin menjelaskan, pertemuan di Istiqlal itu juga untuk membicarakan komitmen elite agar umat bisa menjadi satu dalam menghadapi tantangan di masa depan. "Kami juga menyampaikan apresiasi, tokoh-tokoh agama lain mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa besok untuk umat Islam," jelas Nasaruddin.

BACA JUGA: Gus Yaqut: Cuma PKB yang Serius Mengatasi Terorisme

Hal lain yang dibicarakan adalah maraknya aksi terorisme belakangan ini. Nasaruddin menuturkan, para tokoh umat beragama ikut prihatin dan mendoakan Indonesia agar mampu menyelesaikan persoalan itu secara baik. 

Sedangkan dalam jamuan makan di Istana Merdeka, kata Nasaruddin, Presiden Jokowi meminta masukan tentang cara menghadapi orang-orang Indonesia yang baru kembali dari Suriah. Hal yang menjadi perhatian adalah melakukan deradikalisasi terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang baru pulang dari negeri sarat konflik itu.

BACA JUGA: Bang Haji Rhoma Minta Pemerintah Introspeksi

"Terutama memberi pemahaman. Tapi insyallah saya kira aparat berwenang itu lebih punya konsep dan lebih siap. Kami sangat yakin bahwa aparat kita itu lebih siap," pungkas dia.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Silatnas Gelar Doa Bersama untuk Korban Terorisme


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler