Usulkan 4 Martir Reformasi 98 menjadi Pahlawan Nasional

Senin, 28 Mei 2018 – 19:42 WIB
Ahmad Kurniawan (baju putih), Sekjend Ikatan Alumni Usakti sekaligus Ketua Umum Persatuan Persaudaraan Trisakti (Paperti) 12 Mei 98, dalam Seminar Nasional 20 Tahun Reformasi. Foto: istimewa

jpnn.com, JAKARTA - Era Reformasi sudah berlangsung selama dua dekade. Banyak kalangan menilai, gerakan Reformasi 1998 telah sukses mengantarkan Indonesia bertransformasi dari sebuah negara tiran menjadi demokratis.

Perubahan ini tidak gratis tetapi menelan biaya yang sangat mahal, hingga menelan nyawa anak-anak bangsa. “Setiap perubahan akan menelan korban” begitulah salah satu bunyi adagium dan itu berlaku pada Reformasi 1998 di Indonesia.

BACA JUGA: Dulu Getol Dukung Pak Harto, Kini Mengaku Pahlawan Reformasi

Diketahui, empat mahasiswa Universitas Trisakti telah menjadi martir perubahan pada Mei 1998. Namun sangat disesalkan, bangsa ini selolah tak menghargai sejarah karena penuntasan kasus itu masih jauh dari selesai, sumir dan jauh dari kata adil.

Ahmad Kurniawan, Sekjend Ikatan Alumni Usakti sekaligus Ketua Umum Persatuan Persaudaraan Trisakti (Paperti) 12 Mei 98, mengatakan, gugurnya keempat mahasiswa pejuang reformasi ini telah mampu membawa bangsa ini memasuki gerbang perubahan memasuki rumah demokrasi seperti dewasa ini.

BACA JUGA: 20 Tahun Reformasi, Kang Hasan Puji Jasa BJ Habibie

Empat pahlawan reformasi dan seluruh elemen mahasiswa yang turun ke jalan pada waktu itu menyadari peran dan fungsinya sebagai “agent of change”.

“Mereka yakin, pengorbanannya tidak akan sia-sia, maka itu kami Ikatan Alumni Universitas Trisakti memandang perlu adanya sebuah penghargaan negara atas jasa besar keempat mahasiswa Trisakti yang gugur tersebut,” ujar Ahmad Kurniawan, dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/5).

BACA JUGA: Pemilu 2019 Bakal Jadi Perang Kedua Reformis Vs Kubu Orba

Dikatakan, gelar tanda jasa Pahlawan Nasional adalah hal yang amat pantas untuk disematkan, mengingat besarnya jasa-jasa mereka untuk bangsa.

"Kepergian mereka telah memberikan pelajaran bagi seluruh rakyat Indonesia dan menjadi inspirasi bagi anak-anak muda, bahwa sebuah pengorbanan untuk negeri tidak akan pernah sia-sia," kata Ahmad Kurniawan.

Untuk mendukung agenda itu, lanjutnya, dgelar Seminar Nasional “20 Tahun Reformasi”. Acara ini penting karena secara administrasif juga menjadi salah satu syarat untuk penganugerahan gelar pahlawan nasional oleh pemerintah.

Acara ini selenggarakan pada hari Senin tanggal 28 Mei 2018 bertempat di Auditorium Gedung D lantai 8 Universitas Trisakti Jalan Kyai Tapa No.1, Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jakarta. Acara dimulai pada pukul 16.00 WIB dan akan dilanjutkan dengan buka puasa bersama.

Pembicara dalam seminar ini antara lain, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Hartono Laras, sejarawan Anhar Gonggong, Anggota DPR TB Ace Hasan Syadzily dan aktivis 98 Julianto Hendro Cahyono, Anton Aritonang dan Sarbini. Seminar akan dipandu oleh moderator Dorri Herlambang. (sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 20 Tahun Reformasi, Fahri Ngebet Ada Film tentang Amien Rais


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler