Wapres Sesalkan Beasiswa Australia untuk WNI Pakai Nama Duo Bali Nine

Selasa, 05 Mei 2015 – 02:27 WIB
Duo Bali Nine. FOTO: net

jpnn.com - JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyesalkan langkah Australia yang membuat program beasiswa bagi pelajar Indonesia dengan menggunakan nama duo Bali Nine Syuran Sukumaran dan Andrew Chan. Beasiswa itu untuk mengenang dua terpidana kasus narkoba asal Australia tersebut.

"Saya belum dengar soal itu. Tapi saya kira karena yang dihukum mati itu termasuk kejahatan ya, tentu kurang pantas orang yang melaksanakan kejahatan di Indonesia diberi nama untuk beasiswa itu," ujar JK, sapaan karib Jusuf Kalla, di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (4/5).

BACA JUGA: Tim Mabes Polri Bekuk Pamen Polisi Penerima Suap Bandar Narkoba

JK menyatakan Indonesia dan Australia sudah biasa menjalin kerjasama pendidikan terutama pemberian beasiswa untuk pelajar WNI. Namun, kata dia, seharusnya nama program beasiswa itu tidak memakai nama duo Bali Nine yang telah dieksekusi mati.

"Kalau orang-orangnya terhormat, seperti ilmuwan atau pahlawan Australia, pasti Indonesia setuju. Tapi kalau nama kriminal menjadi beasiswa itu kurang pantas untuk itu," tegas JK.

BACA JUGA: Saksi Ahli: MP Punya Wewenang Selesaikan Konflik Golkar

Sebelumnya diberitakan, Australian Catholic University (ACU) di Australia akan memberikan dua beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar dalam program sarjana di salah satu kampusnya. 

Pemberian beasiswa tersebut disiapkan untuk mengenang Andrew Chan dan Myuran Sukumaran serta para pendukung mereka. Hal itu diungkapkan Wakil Rektor ACU Profesor Greg Craven, dalam situs kampus itu, acu.edu.au, Rabu (29/4) lalu.

BACA JUGA: Dua Penyebab Mayoritas DOB Gagal

Craven dalam pernyataannya di situs itu mengatakan, beasiswa tersebut akan diberikan kepada para pelamar yang memenuhi kualifikasi akademis setelah mengajukan esai bertema "Kesucian Hidup Manusia". 

Ia mengatakan bahwa ACU telah bergabung dengan ribuan warga Australia dalam kampanye memohon pengampunan bagi kedua orang itu. Pihaknya ikut dalam kampanye itu karena ACU menjunjung martabat pribadi manusia, baik para korban maupun mereka yang dihukum mati karena kejahatannya. (flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemerintah Hentikan Pengiriman Pembantu Rumah Tangga ke Timur Tengah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler