Waralaba Furniture Buka di Kota Kecil

Senin, 28 Maret 2011 – 20:19 WIB
SURABAYA - Minat pengusaha daerah untuk menekuni bisnis waralaba furniture makin besarPertumbuhan hunian baru dianggap sebagai salah satu penopang permintaan tinggi untuk perabotan rumah tangga

BACA JUGA: Astra-BCA, The Leading Market 2011

Furnimart, salah satu rantai toko home furniture untuk segmen menengah bawah pada 2011 menargetkan pada 2011 bakal membuka 10 toko.

Hotman Nainggolan, senior manager operational Furnimart Jawa Timur PT Putra Bintang Timur Lestari (PBTL) mengatakan bahwa ritel furniture akan terus berkembang selama masih dibutuhkan
"Selama perumahan baru masih berkembang, maka toko furniture  masih bisa tumbuh pesat," katanya kemarin di sela reopening Furnimart Wiyung.

Perusahaan yang bagian dari grup Olympic Furniture Group memulai usahanya pada empat tahun lalu

BACA JUGA: Belarusia Tambah Investasi USD 10 Juta

Pertumbuhan jaringan tokonya tergolong cepat dengan adanya 140 toko di seluruh Indonesia pada akhir 2010
Yang mana, 90 unit di antaranya merupakan franchise.

"Respon pengusaha di daerah terhadap sistem waralaba sangat positif

BACA JUGA: HIPMI Desak Pemerintah Revisi UU Pengadaan Tanah

Sebab mereka melihat bahwa di masyarakat masih membutuhkan furniture," kata diaUntuk provinsi ini, 17 toko menggunakan sistem franchise, sementara lima lainnya langsung di kelola oleh manajemen PBTLTersebar mulai dari Situbondo, Jember, Lumajang, Malang, Bojonegoro, Pasuruan, Tulungagung, Kediri, Madiun, Jombang, Lamongan, Tuban, Gresik, Mojokerto, Sidoarjo, serta Surabaya.

Kesuksesan perusahaan yang menawarkan merek dagang dengan harga jual Rp 30 juta antara lain dikarenakan dukungan tanpa biaya tambahan untuk manajemen dan perencanaan bisnis, pelatihan sumber daya, aktivitas marketing, hingga pengetahuan produk bagi pemegang lisensi"Kami juga memproduksi sendiri, berbeda dengan toko furniture lainnya." Sementara untuk investasi barang, pemilik toko bisa menyiapkan modal Rp 25 juta hingga Rp 100 juta.

Bagaimanakah dengan jangka waktu kembalinya investasi (return of investment atau RoI, red)? Hotman menghitung dengan biaya operasional yang memakan porsi 20 persen dari omzet, RoI diperkirakan terjadi antara 6-7 bulan sejak toko berdiri.

Terkait dengan persaingan jaringan ritel furniture besar lainnya, Hotman menjelaskan bahwa saat ini pihaknya mulai melakukan rebranding produk di beberapa outletnyaYang semula hanya menyasar segmen menengah bawah, sekarang makin melengkapi produk untuk kalangan menengah atasSeperti misalnya menyediakan brankas di toko-toko yang berada di lokasi perumahan mewah di WiyungFurnimart juga melengkapi koleksi barang untuk perabotan kantorSelain itu, porsi produk impor dari Tiongkok yang mencapai 40 persen tetap di pertahankan agar konsumen memperoleh perabotan dengan model terbaru.

"Saat ini sudah ada pengajuan tiga outlet baru dari target tujuh outlet di 2011Sementara toko baru yang dikelola sendiri oleh PBTL akan bertambah tiga gerai lagi," ujar Hotman menjelaskan strategi ekspansi usahanyaAntara lain di Malang, Surabaya, serta Lamongan(aan/ito/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ranking Jeblok, Suzuki Perkuat SDM


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler