WNI yang Terserang Zika itu adalah PRT

Jumat, 02 September 2016 – 11:42 WIB
Foging. Foto: Jawa Pos

JAKARTA - Satu warga negara Indonesia (WNI) di Singapura dipastikan terjangkit virus Zika. Kabar itu disampaikan otoritas Singapura kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Namun, informasi itu bersifat rahasia sehingga pihak Singapura tidak membeberkan identitas korban.

"Untuk kepentingan privasi, hanya konfirmasi bahwa pasien tersebut WNI perempuan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir di Jakarta seperti yang diberitakan koran hari ini.

Duta Besar RI untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya mengatakan, WNI tersebut bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT).

 "Dia dibawa ke klinik dan terdiagnosis gejala virus Zika ringan. Tapi, kondisinya sudah membaik dan dirawat di tempat dia bekerja," katanya saat dihubungi Jawa Pos.

Pihak KBRI tidak mengetahui identitas pasien tersebut karena regulasi privasi di Singapura Diduga, WNI tersebut berdomisili di kawasan Al Junied atau Bedok. Dua tempat itu merupakan pusat persebaran virus Zika.

KBRI terus memantau kondisi WNI tersebut melalui koordinasi dengan Kementerian Kesehatan Singapura. "Kami sudah memberikan nomor yang bisa dihubungi kalau dia butuh bantuan kami," ujarnya.

Pihak Indonesia sebenarnya mengajukan permintaan agar WNI tersebut bisa diperiksa dulu sebelum pulang ke tanah air. Namun, yang bersangkutan ternyata belum berencana pulang dalam waktu dekat. Terlebih, dia dikatakan sudah sembuh.

BACA JUGA: Lihat! Demo Terbesar 10 Tahun Terakhir, 1 Juta Massa Tuntut Presiden Mundur

 "Menurut informasi, orang yang pernah terkena malah jadi kebal. Kami terus memonitor," kata Ngurah.

Tidak mudah menelusuri identitas WNI korban virus Zika tersebut. Sebab, otoritas Singapura hanya mengabari perwakilan Indonesia di negeri itu. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Mohamad Subuh mengatakan bahwa pihaknya berkomunikasi dengan Kemenlu.

 Tapi, itu pun tidak mudah untuk langsung mendapatkan informasi tentang korban. Sebab, sebagian besar penderita tidak dirawat di rumah sakit.

Mereka akan menjalani perawatan sampai sembuh. Kalaupun dipulangkan, penderita harus ekstrahati-hati agar tidak digigit nyamuk. "Nanti dikomunikasikan lagi kondisinya bagaimana. Karena tak bisa langsung," kata Subuh.

Kasus virus Zika di Singapura memang terus meningkat. Sejak 29 Agustus lalu, Kementerian Kesehatan Singapura mengeluarkan peringatan bahaya level dua. Total korban sejauh ini 115 orang. Sebanyak 57 orang di antaranya adalah pekerja asing. Perinciannya, 10 warga Bangladesh, 23 orang Tiongkok, 15 pekerja dari India, 6 orang Malaysia, serta ma­sing-masing 1 warga Indonesia, Myanmar, dan Taiwan.

"Semuanya sakitnya ringan. Sebagian besar telah sembuh. Sisanya, proses penyembuhannya berjalan baik," bunyi pernyataan dari Kementerian Kesehatan Singapura.

BACA JUGA: Mantan Hakim Rela Bertukar Tempat dengan Pencari Suaka

Terkait dengan kondisi tersebut, pihak Singapura telah menghubungi setiap negara yang warganya terjangkit virus Zika. (bil/mia/sha/c11/ca/flo/jpnn)

 

BACA JUGA: Trump Mau Bikin Pagar, Minta Dibayari, Meksiko Ogah

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gara-gara Manipulasi APBN, Presiden Brasil Dicopot


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler