Zudan Resmikan Masjid Muhammad Cheng Ho yang Bernuansa Tiongkok Pertama di Sulbar

Jumat, 19 Januari 2024 – 14:05 WIB
Penjabat Gubernur Sulawesi Barat Zudan Arief Fakrulloh meresmikan Masjid Muhammad Cheng Ho yang bernuansa Tiongkok pertama di Sulbar. Foto: Supplied for JPNN.com

jpnn.com - PASANGKAYU - Penjabat Gubernur Sulawesi Barat Prof Zudan Arief Fakrulloh meresmikan Masjid Muhammad Cheng Ho yang dibangun di Desa Randomayang, Bambalamotu, Pasangkayu, Sulbar, Rabu (17/1) kemarin.

Masjid Muhammad Cheng Ho merupakan masjid bernuansa Tiongkok pertama di Sulawesi Barat. Performanya sangat unik dan berbeda dengan masjid lain yang ada di Pasangkayu.

BACA JUGA: Akmal Berterima Kasih Kepada Pihak yang Melestarikan Perahu Sandeq

Bangunan dirancang oleh arsitek muda Ali Ma'ruf. Dibangun oleh PT Randomayang Tambak Lestari seluas 51x34 meter dengan anggaran sebesar Rp 7 miliar.

Dalam sambutannya Zudan menyatakan sangat bersyukur atas dibangunnya Masjid Muhammad Cheng Ho dengan sangat lancar.

BACA JUGA: Akmal: Festival Sandeq Mahakarya Maritim Indonesia

Dia lantas mengucapkan terima kasih pada Pemerintah Kabupaten Pasangkayu, jemaah Masjid Muhammad Cheng Hoo dan pihak-pihak terkait lain.

"Semoga dengan selesainya pembangunan, Masjid Muhammad Cheng Hoo dapat digunakan dan memberikan manfaat bagi semua umat Islam," ujar Zudan.

BACA JUGA: Akmal Sebut Sejumlah Permasalahan ini Perlu Perhatian Serius

Menurut Zudan, kehadiran Masjid Muhammad Cheng Ho bukan hanya dilihat sebagai suatu sarana fisik tempat ibadah semata, tetapi juga berfungsi lebih luas di mana masjid pada hakikatnya adalah tempat membangun jemaah dan membina basis dakwah yang akan bermuara pada kualitas umat.

Hadir mendampingi Zudan, Bupati Pasangkayu Yaumil Ambo Djiwa dan Wabup Pasangkayu Herny Agus, beserta sejumlah pejabat Pemkab Pasangkayu.

Turut hadir Kapolda Irjen Pol. Adang Ginanjar, Danrem 142 Tatag Brigjen TNI Deni Rejeki dan Kepala OPD Pemprov Sulbar.

Kemudian, Direktur PT Randomayang Tambak Lestari Rudy Hartanto Wibowo, Bupati Pasangkayu Periode 2010-2015 /2015-2020 Agus Ambo Djiwa dan Tokoh Pengusaha Berlin H Manurung dan Drs Sukarni.

Menurut Rudi Hartanto, pembangunan Masjid Muhammad Cheng Ho diilhami nama besar Cheng Ho.

Ini merupakan Masjid Muhammad Cheng Ho ke-16 di Indonesia. 

Julukan Cheng Ho merupakan panggilan untuk Admiral Zhang Hcc yang merupakan Laksamana muslim asal China.

Menurut sejarah dia mendarat di Pantai Simongan, Semarang pada 1410 dan 1416 untuk mengunjungi Raja Majapahit sebagai utusan Kaisar Yung Lo dengan misi menyebarkan agama Islam.

Laksamana Cheng Ho seorang penjelajah terkenal yang mengembara antara 1405-1433.

Selama kurang lebih 28 tahun dia melakukan ekspedisi ke berbagai negeri di Afrika dan Asia, termasuk Indonesia. (gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Begini Sikap Akmal Soal Masalah Pembangunan PLTA Kalumpang


Redaktur & Reporter : Kennorton Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler