Buka Pameran Pelangi Nusantara 2019, Atalia Ridwan Kamil Dorong Promosi Kerajinan Jabar
Atalia menambahkan, kekayaan dan ciri khas dari 27 kabupaten/kota di Jabar menjadi modal untuk mewujudkan kerajinan Jabar yang berdaya saing dan memiliki nilai ekonomi tinggi di kancah internasional.
Semua itu, lanjut Atalia, bisa dicapai dengan dukungan dan pengawasan berbagai pihak termasuk ASEPHI Jabar. “Jadi asosiasi seperti ini dibutuhkan agar kita tahu kebutuhan pasar seperti apa. Mereka (pelaku usaha) akan bisa berkreasi sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujarnya.
Ketua ASEPHI Jabar Hedy Yamasari sementara itu mengatakan, Pameran Pelangi Nusantara ke-7 mendorong para perajin menjadi pengusaha mandiri yang mampu mengembangkan produk serta ekonominya.
“Lalu dapat merebut pasar domestik sehingga dapat tercapai target pasar di kelas atas, apalagi setelah adanya kebijakan pasar bebas yang berimbas pada membanjirnya produk luar,” kata Hedy.
Hedy menambahkan, kerajinan Jabar memiliki keunggulan dengan daya tarik dan keunikan masing-masing karena lahir dari kreativitas perajin lokal.
“Pameran ini menjadi bagian komitmen kami dalam membantu memasarkan produk mereka. Makanya kami buat di tempat strategis, tampilan representatif, dan eksklusif. Kami harap konsumen datang untuk melihat, belanja, dan bangga dengan produk dari pameran ini,” tuturnya.
Adapun selain perajin dari Jabar, pameran ini juga diikuti perajin dari sejumlah daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan DKI Jakarta. Produk yang ditampilkan diantaranya kain tradisional handmade, clutch, selop, aksesori handmade, craft handmade, hingga fashion etnik. (*)