Jadi Istri Kombatan ISIS Itu Sengsara, Nih Buktinya
Di antara para perempuan itu ada yang berwajah Asia. Bahkan, ada pula yang berasal dari Prancis dan Jerman di antara mereka.
Sebagian besar dari mereka tiba di kamp yang dikelola PBB itu sejak 30 Agustus lalu, atau ketika tentara Irak mengusir IS dari Mosul. Sementara lokasi kamp masih dirahasiakan karena pekerja kemanusiaan dan otoritas Irak merasa khawatir dengan ketegangan yang muncul setelah IS kocar-kacir.
Banyak warga Irak yang ingin membalas dendam karena diperlakukan secara kasar ketika ISIS menguasai Mosul pada 2014. Karena itu para istri petempur ISIS dan anak-anak mereka dipisahkan.
“Keluarga-keluarga itu dijaga di sisi lain demi keselamatan mereka,” ujar agen intelijen militer Irak.
Keberadaan para istri kombatan ISIS itu juga memicu kekhawatiran para pejabat di negara-negara Barat. Kembalinya mereka setelah keruntuhan kekhalifahan ISIS di bawah pimpinan Abu Bakr al-Baghdadi dikhawatirkan akan memicu radikalisasi di negeri masing-masing.(rt/dailymail/ara/com)