Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Jenis Pekerjaan Baru yang Perlu Diketahui Para Siswa SMP-SMA

Jumat, 17 Januari 2020 – 15:57 WIB
Jenis Pekerjaan Baru yang Perlu Diketahui Para Siswa SMP-SMA - JPNN.COM
Menteri Riset Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, para siswa sekolah menengah akan menghadapi lapangan pekerjaan berbeda dengan situasi saat ini.

Itu sebabnya, metode pembelajaran STEAM (science, technologi, engineering, art, mathematics) diharapkan bisa menyiapkan SDM Unggul untuk lapangan pekerjaan yang di masa depan sudah terlihat sejak sekarang.

"Siswa-siswi SMP dan SMA hari ini ketika mereka masuk ke universitas atau nanti ke pasar kerja, benar-benar akan berhadapan dengan kondisi yang benar-benar berbeda dengan yang kita hadapi hari ini. Karena itu para siswa dan siswi harus dibiasakan menimba ilmu yang sesuai, untuk bisa mengantisipasi masa depannya," ungkap Menteri Bambang, Jumat (17/1).

Dia menambahkan, akan ada pekerjaan yang hilang saat para siswa nanti bekerja. Namun ada juga pekerjaan baru yang muncul, salah satunya adalah pilot atau pengendali drone dari jarak jauh di atas tanah.

"BPPT dan PT DI, LAPAN dan TNI dalam konsorsium teknologi pertahanan, dalam koordinasi Kemristek/BRIN juga mengembangkan drone Elang Hitam Indonesia untuk bidang pertahanan. Namun, drone hanyalah drone yang memerlukan pengendali/pilot (dari ruangan kontrol). Generasi milenial bisa mendaftar menjadi pilot drone di masa depan," ungkap Bambang.

Selain menjadi pilot drone, para siswa nanti juga diperkirakan bisa menjadi pembuat konten untuk realitas virtual. Untuk bisa menjadi content creator virtual reality yang baik, jelas Bambang, tidak bisa hanya menjadi ahli matematika, fisikawan, ahli kimia.

Dibutuhkan juga kreativitas, perlu mengerti apa yang orang-orang mau, serta selalu mencermati teknologi yang berkembang.

"Setiap kelompok usia, akan punya keinginan berbeda dalam menggunakan VR (virtual reality). Para siswa harus bisa menerjemahkan preferensi orang-orang menjadi konten, dan untuk itulah perlu art," ungkapnya.

loading...