Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Mengerikan, Harun Yahya Menyebut Ajaran Agama Memperbolehkan Wanita Berpakaian Seksi ala Barbie

Kamis, 14 Januari 2021 – 18:58 WIB
Mengerikan, Harun Yahya Menyebut Ajaran Agama Memperbolehkan Wanita Berpakaian Seksi ala Barbie - JPNN.COM
Harun Yahya bersama kittens pengikutnya. Foto: Naijagists.com

jpnn.com, ANKARA - Nama Adnan Oktar alias Harun Yahya menjadi sensasi karena para wanita pengikutnya yang disebut kitten (anak kucing) harus cantik dan seksi.

Para wanita pengikut Harun Yahya berpenampilan bak Barbie dengan rambut panjang pirang, pakaian mini, tubuh sintal, serta dandanan yang menor dengan gincu merah merona.

Beberapa bahkan hanya berbikini. Mereka berjoget, menari perut nan sensual, di tengah ceramah agama Harun Yahya di stasiun televisinya di saluran satelit A9.

Berbicara kepada media Israel, Haaretz, Harun Yahya berpandangan bahwa aurat wanita yang harus ditutupi hanyalah bagian ujung dada dan daerah kewanitaan, sehingga memakai pakaian seksi diperbolehkan dalam agama Islam.

 "Wanita adalah manifestasi yang mengagumkan dari Tuhan. Mereka adalah makhluk paling indah di dunia. Mereka karya seni yang luar biasa, diciptakan oleh Tuhan. Mereka ciptaan agung yang harus dihormati, dikagumi, dicintai, disayang, dan dilindungi," kata Harun Yahya dalam wawancara tersebut.

Oleh Majelis Ulama Turki, Diyanet, Harun Yahya dianggap sudah sakit jiwa karena menggabungkan ceramah agama dengan tari perut para kitten.
 
Seorang mantan pengikut Harun Yahya, Ceylan Ozgul mengungkap perkosaan, kekerasan dan pelecehan seksual adalah hal yang biasa di dalam organisasi yang dipimpin Harun Yahya.

Bahkan, lanjut Ceylan Ozgul, anggota kittens membawa dua pucuk pistol saat mereka bepergian.

“Organisasi ini penuh dengan kotoran di dalam. Anak-anak berusia tujuh sampai 17 tahun dilecehkan secara seksual. Beberapa gadis telah berulang kali diperkosa. Beberapa kittens membawa dua pistol yang diperoleh secara ilegal ketika mereka berkeliaran di jalanan," ungkapnya kepada Anadolu, media Turki, pada 2018 silam.