Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

PBB Dorong Investigasi Israel

Rabu, 02 Juni 2010 – 05:39 WIB
PBB Dorong Investigasi Israel - JPNN.COM
Israel melaporkan, 10 orang (relawan) tewas dalam insiden itu. Tapi, IHH (organisasi relawan Turki) menyebut sedikitnya 15 orang tewas. Sementara itu, stasiun televisi Israel Channel 10 TV memberitakan 19 relawan tewas dan 36 lainnya luka. Menlu Turki Ahmet Davutoglu menyebut serangan Israel itu sebagai "tindakan bandit dan pembajakan" di laut lepas serta "pembunuhan oleh negara". Pengamat PBB di Palestina Riyad Mansour menyebutnya sebagai "kejahatan perang". Dia juga meminta DK PBB mengadakan sidang terbuka untuk membahas serangan Israel.

Dalam putusannya, DK PBB mendesak agar Israel membebaskan semua relawan dan aktivis dari sekitar 38 negara yang ditahan. Mereka tergabung dalam misi kemanusiaan untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza. Di antara mereka, ada 12 relawan Indonesia. Selain itu, DK PBB meminta supaya Israel mencabut embargo dan blokade atas Jalur Gaza.

Enam kapal bantuan kemanusiaan digiring ke Ashdod, kota pelabuhan di utara Israel, setelah insiden penyerbuan. Kepada radio militer, pejabat Kementerian Dalam Negeri Israel Yossi Edelstein menyatakan bahwa pihaknya telah mendeportasi 48 di antara 686 penumpang enam kapal kemanusiaan.Salah seorang penumpang kapal yang dideportasi itu adalah mantan diplomat karir AS Edward Peck. Di antara yang masih ditahan, sebanyak 368 orang berkewarganegaraan Turki. Sebagian korban tewas juga berasal dari Turki.

Perdana Menteri (PM) Turki Tayyip Erdogan mengutuk keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai pembantaian. Erdogan juga mendesak agar Israel dihukum atas tindakannya tersebut. "Perilaku Israel itu seharusnya mendapat balasan hukuman yang setimpal. Tidak seorang pun boleh menguji kesabaran Turki. Kinilah saatnya masyarakat internasional mengatakan cukup bagi Israel. PBB harus bertindak tegas," ungkap Erdogan. Dia juga memastikan bahwa hubungan Turki-Israel tidak akan sama seperti sebelumnya.

loading...