PPP Minta Komisi III Cecar Kapolri
Atas Ketidakhadirannya di Sejumlah Acara KenegaraanRabu, 18 Agustus 2010 – 00:46 WIB
“Saya berharap Kapolri segera memberikan penjelasan kepada publik. Kalau memang sakit, ya katakan saja sakit. Toh, Kapolri itu manusia biasa dan bukan Superman,” imbuhnya. Selain itu, Nasir juga mengharapkan agar calon Kapolri harus bisa mengambil pelajaran atas kasus ‘menghilang’ nya Kapolri dalam sejumlah acara kenegaraan.
“Menghilangnya Kapolri BHD itu memang termasuk masalah kecil. Tapi itu menjadi besar, tatkala menjadi kesimpangsiuran. Dan ini harus menjadi contoh buat calon Kapolri mendatang,” katanya.
Menurut Nasir, menghilangnya BHD itu menunjukkan lemahnya protokoler di internal polri. Bahkan, Polri dinilai terlalu membudayakan jawaban bahwa ketidakhadiran Kapolri karena ada tugas negara atau dipanggil oleh presiden. “Inilah budaya yang tidak bagus demi memuaskan publik, di mana polisi menganut istilah di atas langit ada langit. Atau di atas Kapolri ada Presiden. Dan jika Kapolri tidak ada di tempat, itu hampir dijawab ada panggilan oleh Presiden,” ulassnya.