Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Rachmawati Menang di MA, Simak Pendapat Jimly Asshiddiqie

Rabu, 08 Juli 2020 – 13:48 WIB
Rachmawati Menang di MA, Simak Pendapat Jimly Asshiddiqie - JPNN.COM
Jimly Asshiddiqie urun pendapat soal putusan MA yang memenangkan Rachmawati Soekarnoputri. Ilustrasi Foto: Aristo Setiawan/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Jimly Asshiddiqie angkat bicara soal putusan MA (Mahkamah Agung) yang tengah menjadi perdebatan.

Rachmawati Menang di MA, Simak Pendapat Jimly Asshiddiqie

Ada yang menilai putusan MA tersebut mendelegitimasi kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019.

Pasalnya, MA mengabulkan gugatan pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno Rachmawati Soekarnoputri dkk terhadap PKPU Nomor 5/2019 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih, Penetapan Perolehan Kursi, dan Penetapan Calon Terpilih dalam Pemilihan Umum.

Nah, Prof Jimly menyatakan peradilan hasil Pemilu dan Pilpres bukan di MA, tetapi di MK.

"Peradilan hasil pemilu dan pilpres ada di MK, bukan di MA. Segala perselisihan tentang hasil Pilpres 2019 berakhir di MK dan pelantikan Presiden/Wapres di MPR 20 Oktober 2019," tulis Prof Jimly lewat Akun Twitter pribadinya, Rabu (8/7).

Dalam cuitannya itu, tokoh yang kini menjadi Anggota DPD RI ini menegaskan bahwa putusan MA yang memenangkan Rachmawati dkk pada Oktober 2019 dan baru dipublikasikan di website MA April lalu, tak ada kaitannya lagi dengan Pilpres 2019.

"Putusan MA 28 Oktober 2019 hanya terkait Peraturan KPU yang harus diubah untuk Pilpres berikutnya, tidak lagi terkait dengan Pilpres 2019," tandas mantan ketua DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) itu
Selain itu, katanya, baik MK maupun MA tidak ada perdebatan lagi terkait kewenangan sengketa Pemilu ini.

"Tidak ada perbedaan atau pertentangan sama sekali antara MK dan MA dalam hal ini. Hanya ada orang yang tidak mengerti masalah berusaha menggorengnya untuk politik," tandasnya.

loading...