Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Raja Ampat Berstatus Zona Kuning Covid-19

Senin, 20 Juli 2020 – 19:23 WIB
Raja Ampat Berstatus Zona Kuning Covid-19 - JPNN.COM

jpnn.com, MANOKWARI - Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, kembali ke zona kuning setelah sebelumnya berada pada zona merah bersama delapan daerah lain di provinsi tersebut.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi Papua Barat pada Percepatan Penanganan COVID-19, Arnoldus Tiniap di Manokwari Senin mengatakan seluruh pasien positif COVID-19 di Raja Ampat telah sembuh sejak beberapa waktu lalu. Gugus Tugas di daerah itu kini sedang bekerja keras mencegah adanya kasus baru.

"Secara akumulatif di Raja Ampat ditemukan 19 kasus positif COVID-19. Semua sudah sembuh dan mudah-mudah tidak ada temuan kasus baru sehingga bisa berubah ke zona hijau," ucap Tiniap, Senin (20/7).

Selain Raja Ampat, daerah lain di Papua Barat yang kini berada pada zona kuning adalah Kabupaten Kaimana. Di Kota Senja ini ditemukan satu konfirmasi positif dan pasien itu pun telah dinyatakan sembuh.

Ia menjelaskan dari 13 di Papua Barat saat ini tersisa lima daerah yang masih berada pada zona merah, yakni Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Manokwari, Teluk Wondama dan Fakfak. Dari lima daerah ini, penularan cukup tinggi terjadi di Kota Sorong dan Manokwari.

"Zona hijau ada enam daerah yakni empat kabupaten yang belum pernah punya kasus COVID-19 seperti Maybrat, Sorong Selatan, Tambrauw dan Pegunungan Arfak. Ditambah dua daerah yakni Teluk Bintuni dan Manokwari Selatan yang seluruh pasiennya berhasil sembuh serta tidak ada temuan kasus baru selama lebih dari satu bulan," katanya lagi.

Arnold berharap tidak ada tambahan kasus baru di enam zona hijau dan dua zona kuning di Papua Barat. Masyarakat pun diajak untuk membantu pemerintah daerah dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Ia menambahkan saat ini masih terjadi temuan kasus positif cukup signifikan di Kota Sorong dan Manokwari. Daerah lain diharapkan terus waspada untuk mencegah terjadinya gelombang kedua COVID-19

loading...