Tim Hukum Paslon Aurama Laporkan Belasan Komisioner Bawaslu di Sulsel ke DKPP
Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Sulsel Mardiana Rusli dan Anggota Bawaslu Kabupaten Tana Toraja Theofilus Lias Limongan juga turut diadukan ke DKPP oleh pengadu Ruben Embatau dengan nomor tanda terima 616/03-11/SET-02/XI/2024.
Teradu Komisioner Bawaslu Gowa Juanto menyatakan menghormati segala upaya yang dijalankan pasangan calon selama tahapan Pilkada serentak. Pihaknya bahkan siap dengan segala kemungkinan dinamika yang terjadi serta telah mempersiapkan segala sesuatunya berkaitan aduan tersebut.
Secara terpisah, Pengadu Bawaslu Kota Palopo, Dahyar menyatakan telah mengadu ke DKPP setelah calon Wali Kota Palopo Trisl Thir dinyatakan memenuhi Syarat (MS) oleh KPU Palopo, padahal pada 23 Oktober 2024 dan hasil verifikasi administrasi bersangkutan dinyatakan belum memenuhi syarat (BMS) terkait ijazahnya bermasalah.
"Sudah kami laporkan, alasannya (teradu) dianggap tidak menjalankan pengawasan secara profesional dan tidak aktif terhadap penetapan bersangkutan sebagai calon wali kota oleh KPU Palopo berkaitan dengan kebenaran ijazah paket C tersebut," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Palopo Khaerana menyatakan menghormati upaya pihak tim hukum ingin menguji kinerjanya pada lembaga peradilan etik DKPP. Selain itu, dia telah menyiapkan materi jawaban jika berlanjut sidang.
"Saya kira itu menjadi hak pelapor. Tentu, kami hargai proses tersebut dan akan menyiapkan materi maupun keterangan-keterangan untuk menyampaikan klarifikasi bila nantinya dibutuhkan. Jelasnya, kami sudah bekerja sesuai aturan perundang-undangan tanpa ada kepentingan apapun," paparnya menekankan.(antara/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini: