Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Unggah Sindiran pada Islam, Direktur Facebook Langsung Minta Maaf

Jumat, 28 Agustus 2020 – 06:46 WIB
Unggah Sindiran pada Islam, Direktur Facebook Langsung Minta Maaf - JPNN.COM
Ankhi Das, salah satu direktur Facebook India mengunggah ujaran kebencian pada Islam. Foto:HuffPostIndia

jpnn.com, NEW DELHI - Ankhi Das, seorang eksekutif Facebook India meminta maaf kepada umat Islam karena membagikan posting-an ujaran kebencian dengan  menyebut Muslim di India sebagai "komunitas yang merosot", menurut laporan oleh BuzzFeed News.

Posting-an, yang awalnya ditulis oleh seorang polisi Hindu tahun lalu sebagai tanggapan atas protes nasional terutama Muslim India terhadap undang-undang kewarganegaraan yang baru, mengatakan bagi umat Islam, "tidak ada kecuali kemurnian agama dan penerapan masalah Syariah".

Undang-undang Amandemen Kewarganegaraan (CAA) yang disahkan tahun lalu oleh pemerintah nasionalis Hindu India yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi antara lain mempercepat kewarganegaraan bagi non-Muslim dari negara tetangga Pakistan, Bangladesh dan Afghanistan. Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyebut undang-undang tersebut "secara fundamental diskriminatif".
 
"Maksud posting Facebook pribadi saya bukanlah untuk merendahkan Islam," tulis Ankhi Das, direktur kebijakan Facebook  India dan Asia Selatan dan Tengah, dalam pesan internal.

"Itu untuk mencerminkan keyakinan saya yang dalam dalam merayakan feminisme dan partisipasi sipil. Saya menghargai semua masukan yang saya terima selama beberapa hari terakhir tentang bagaimana postingan itu diterima, dan saya telah menghapus postingan. Saya benar-benar menyesali rasa sakit yang mungkin ditimbulkannya. disebabkan, termasuk kepada rekan Muslim saya di perusahaan," tambahnya.

Beberapa karyawan Muslim di perusahaan tersebut mengomentari permintaan maaf Ankhi Das.

"Sebagai sebuah perusahaan, kami sekarang perlu melakukan refleksi jujur ??dari ujaran kebencian dan Islamofobia terhadap Muslim di platform kami," kata seorang karyawan seperti dilansir BuzzFeed. (nis/ngopibareng/jpnn)