Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Vaksin Covid-19 Masih Uji Klinis, Penanganan Jangan Kendor

Rabu, 12 Agustus 2020 – 16:58 WIB
Vaksin Covid-19 Masih Uji Klinis, Penanganan Jangan Kendor - JPNN.COM
Anggota DPD RI Fahira Idris. Foto: Humas DPD RI

jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPD Fahira Idris mengatakan tahapan uji klinis tahap III vaksin Covid-19 yang ditandai penyuntikan 1.620 relawan, merupakan sebuah kabar baik dalam upaya besar bangsa ini untuk mempercepat penanganan corona yang telah menginfeksi banyak orang.

Namun, Fahira berharap kabar baik ini tidak membuat percepatan penanganan Covid-19 mengendur, serta tak menjadikan kedisiplinan dan kewaspadaan masyarakat memudar. 

"Selain uji klinis ini memakan waktu sekitar enam bulan ke depan, vaksin ini baru bisa diproduksi jika nantinya calon vaksin tersebut dinilai berhasil menangkal virus corona Sars-Cov-2 tanpa efek samping," kata Fahira, Rabu (12/8).

Senator dari DKI Jakarta itu menyatakan bahwa seluruh rakyat tanah air bahkan mungkin dunia tentu berharap besar uji klinis tahap III calon vaksin Covid-19 ini menuai hasil yang positif, sehingga bisa segera diproduksi massal dan dilanjutkan dengan vaksinasi kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Namun, kabar baik ini diharapkan makin memacu pemerintah untuk terus melakukan terobosan percepatan penanganan Covid-19. Salah satunya makin memperbanyak tes PCR (polymerase chain reaction).

Sementara itu di sisi lain, kabar baik uji klinis calon vaksin ini diharapkan tidak membuat kedisiplinan dan kewaspadaan masyarakat mengendur.

“Uji klinis tahap III calon vaksin ini tentunya kabar baik. Namun disiplin masyarakat terapkan protokol kesehatan dan percepatan penanganan Covid-19 oleh pemerintah jangan menipis," ungkap Fahira.

Menurut Fahira, masa enam bulan uji klinis ini harus dimanfaatkan semaksimal dan seefektif mungking memutus mata rantai penularan salah satunya dengan terus memperbanyak tes PCR di semua daerah di Indonesia sesuai anjuran WHO (minimal satu perseribu orang).

loading...