Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Arief Poyuono Usul Anggaran Ibu Kota Baru Dialihkan untuk Atasi Corona, Anda Setuju?

Jumat, 20 Maret 2020 – 18:21 WIB
Arief Poyuono Usul Anggaran Ibu Kota Baru Dialihkan untuk Atasi Corona, Anda Setuju? - JPNN.COM
Arief Poyuono saat wawancara dalam program NGOMPOL JPNN.com (Foto: Dokumen JPNN.com)

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono usul agar sejumlah dana di beberapa pos pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 dialihkan untuk penanganan virus corona atau Covid-19.

Ia menjelaskan, duit yang harus dialihkan untuk penanganan corona itu seperti pembangunan ibu kota baru (IKN0 di Kaltim, anggaran pertahanan untuk pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista), serta mobil-mobil pejabat.

"Anggaran pembangunan ibu kota baru, anggaran pertahanan untuk pembelian alutsista, serta mobil mobil pejabat, sebaiknya ditiadakan dulu dan dialihkan untuk pencegahan virus corona yang jauh lebih penting," kata Arief, Jumat (20/3).

Arief pun menyarankan semua pejabat negara, mulai level bupati, presiden, BUMN, harus rela gajinya dipotong hingga 25 persen untuk anggaran pencegahan virus corona.

"Karena anggaran pencegahan virus corona tidak ada yang bisa memprediksi berapa besar akan di habiskan," ungkap Arief.

Selain itu, Arief meminta Bank Indonesia serta pemerintah harus membuat kebijakan yang bisa menghambat arus modal dalam bentuk mata uang dolar Amerika dan lainnya keluar secara bebas dari Indonesia. "Ini guna mencegah arus modal asing keluar dari Indonesia," tegasnya.

Namun, Arief menegaskan, harus ada insentif bagi investor yang tidak mengeluarkan modalnya dari Indonesia. "Misalnya berupa insentif potongan pajak," kata anak buah Prabowo Subianto di Partai Gerindra itu.

Menurut Arief, bila tidak dilakukan maka arus modal keluar akan makin besar, dan BI tidak sanggup lagi melakukan intervensi untuk menekan mata uang dolar keluar yang berakibat rupiah bisa mencapai Rp 19 ribu per USD.

loading...