Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Pesan untuk CPNS di Jateng, Ganjar: Jangan Umpetan, Apalagi Minta-minta

Jumat, 15 Januari 2021 – 20:36 WIB
Pesan untuk CPNS di Jateng, Ganjar: Jangan Umpetan, Apalagi Minta-minta - JPNN.COM
Gubernur Ganjar Pranowo bersama CPNS Jateng. Foto: Instagram

jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk bisa melayani masyarakat dengan layanan yang prima dengan menerapkan tiga hal yakni Mudah, Murah dan Cepat.

“Kerjakan tiga hal saja, layani masyarakat dengan mudah murah cepat, inilah yang kemudian kami sampaikan,” ucap Ganjar saat memberikan sambutan dalam penyerahan SK CPNS formasi Tahun 2019 di Gedung Gradhika Bakti Praja, Jumat (15/1).

SK CPNS diberikan langsung oleh Ganjar secara simbolis kepada enam orang perwakilan jabatan Guru, Kesehatan, Teknis Administrasi, Formasi Cumlaude, Formasi Disabilitas Daksa dan Formasi Disabilitas Netra.

“Senang saya melihat, para teman-teman penyandang disabilitas yang bisa menjadi cpns, tadi ada yang tuna netra, tuna daksa, begitu ya, dan ada juga yg sekolah dari luar Jateng. Jadi saya seneng, mereka-mereka adalah orang-orang yang akhirnya ini kebinekaan akan terasa di sini dan kemudian ASN atau PNS ini akan jadi ruang yang sangat inklusif buat semuanya,” tegas Ganjar.

Pada tahun 2019 Pemprov Jateng mendapat Penetapan Formasi sebanyak 1.409 CPNS. Rinciannya, 551 formasi guru; 316 formasi tenaga kesehatan; dan 542 formasi Tenaga Teknis.

Lebih lanjut, Ganjar berpesan agar para CPNS segera beradaptasi dan menjaga integritas selama menjalankan tugas, serta setia pada ideologi negara.

“Kami menyampaikan kepada mereka semua tadi kami minta untuk tanda tangan pakta integritas, mereka setia pada Pancasila dan NKRI, berintegritas, tidak korupsi, ini nilai-nilai penting yang kami sampaikan,” kata Ganjar.

Dia menyampaikan nilai-nilai penting setia NKRI dan antikorupsi harus ditanamkan sejak awal agar para CPNS ini tidak berpikiran menjadi kaya sebagai abdi negara.