Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Survei Terbaru: Prabowo dan PDIP Tak Terkejar, PSI Merangkak Lampaui Partai-Partai Senior

Senin, 27 Juli 2020 – 21:11 WIB
Survei Terbaru: Prabowo dan PDIP Tak Terkejar, PSI Merangkak Lampaui Partai-Partai Senior - JPNN.COM
Hasil survei lembaga Survei Indometer terkait elektabilitas capres. Foto: ANTARA/HO-Survei Indometer

jpnn.com, JAKARTA - Hasil survei Indometer menunjukkan elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih kokoh berada di puncak di antara tokoh yang berpeluang menjadi calon presiden pada 2024.

Begitu pula, elektabilitas PDI Perjuangan yang tetap tertinggi di tengah kecenderungan menurunnya elektabilitas semua partai politik. Hanya, PSI yang mengalami tren kenaikan selama pandemik COVID-19.

"Prabowo dan PDIP masih kokoh di puncak elektabilitas, sementara hampir semua parpol turun elektabilitasnya, hanya PSI yang mengalami kenaikan," kata Direktur Eksekutif lembaga survei Indometer R Leonard SB dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin (27/7).

Elektabilitas Prabowo bertengger di angka 17,6 persen atau turun dari sebelumnya 23,1 persen.

Perubahan signifikan dialami tokoh-tokoh berlatar belakang kepala daerah, di mana sejumlah tokoh mengalami kenaikan dan menggeser posisi tokoh-tokoh lainnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengalami kenaikan pesat. Ganjar kini berada di urutan kedua, menggantikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang semula membayangi Prabowo.

Elektabilitas Ganjar naik dari sebelumnya 9,7 persen menjadi 15,4 persen. Sementara itu Kang Emil melesat dua kali lipat dari 5,2 persen menjadi 11,3 persen. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga naik dari 2,3 persen menjadi 4,1 persen.

Di antara tokoh berlatar belakang kepala daerah yang mengalami penurunan elektabilitas adalah Anies yang anjlok dari 14,8 persen menjadi 10,1 persen, Selain itu ada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang turun dari 4,5 persen menjadi 2,9 persen.

loading...