Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Disodorkan Pertanyaan soal Kepemimpinan Jokowi, Prof Jimly: Waduh!

Minggu, 09 Agustus 2020 – 18:16 WIB
Disodorkan Pertanyaan soal Kepemimpinan Jokowi, Prof Jimly: Waduh! - JPNN.COM
Anggota DPD RI Prof Jimly Asshiddiqie saat wawancara program Ngompol (Ngomongin Politik) JPNN.com barsama Prof. Jimly Asshiddiqie di Kediamannya, Jakarta, Rabu (5/8). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPD RI Prof Jimly Asshiddiqie kaget ketika disodorkan pertanyaan soal kepemimpinan Presiden Joko Widodo alias Jokowi di periode keduanya ini.

Pertanyaannya, dengan situasi seperti sekarang ini, mungkinkan Presiden Jokowi menyelesaikan kepemimpinannya, dengan legacy yang cukup baik?

"Waduh, itu pengamat politik itu yang bisa menjawab," ucar Prof Jimly merespons pertanyaan itu dalam program NGOMPOL (Ngomongin Politik) yang tayang di channel YouTube JPNN.com.

"Tetapi secara hukum kalau pertanyaannya tidak usah pakai koma tadi, bahwa apakah presiden akan menyelesaikan? Ya secara konstitusional harus selesai sampai lima tahun," sambung ketua pertama Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia (UI), itu juga berpesan agar Presiden Jokowi tidak usah pusing dengan adanya suara-suara yang menuntut pergantian presiden dan semacamnya. 

"Kan sudah ada mekanisme. Yang lebih baik sebetulnya, Be a Leader, Be a Stigh Man. Tidak usah memikirkan tentang diri sendiri. Biar sejarah yang menuliskannya sendiri nanti," kata mantan anggota Wantimpres di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

Karena Presiden ketujuh RI itu sudah menyelesaikan periode pertamanya di 2014-2019, maka untuk periode kedua dengan berbagai dampak yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19, Jokowi tinggal bekerja saja.

Sebab, bila dihadapkan pada dua persoalan besar di tengah pandemi, yaitu masalah ekonomi dan kesehatan. Keduanya tak usah dipertentangkan, karena bisa dikerjakan sekalian. Apalagi dampak sosial ekonomi akibat Covid-19 lebih dahsyat dibanding dampak keselamatan.

loading...